Liburan akan picu pergerakan IHSG stagnan
Kamis, 25 Oktober 2012 - 08:24 WIB
Liburan akan picu pergerakan IHSG stagnan
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbukti mampu menguat dalam dua penutupan terakhir. Diperkirakan, IHSG masih mampu menguat dan bergerak dengan level support 4.310-4.325 dan resistance 4.344-4.352.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, berharap dengan terbentuknya spinning yang lebih rendah dari candle sebelumnya memberikan peluang IHSG untuk tetap bertahan di zona hijau.
"Pergerakan diperkirakan masih akan bervariatif cenderung mencoba menguat dengan memfaktorkan berkurangnya volume transaksi jelang libur panjang di akhir pekan dan rilis berita-berita positif akan kinerja emiten domestik," katanya di Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Sementara untuk bursa saham Eropa masih bergerak variatif cenderung menguat seiring dengan mulai adanya rilis beberapa emiten yang melebihi estimasi. Selain itu, pergerakan bursa saham AS diharapkan bisa tertahan pelemahannya dengan rilis indeks harga perumahan dan penjualan rumah baru yang diekspektasikan positif.
"Dengan mengamsusikan pergerakan bursa saham Eropa dan AS yang mulai membaik maka diharapkan akan memberikan dampak yang cukup positif bagi pergerkan bursa saham Asia besok, termasuk IHSG," jelasnya.
Sebelumnya, negatifnya bursa saham AS dan Eropa pada perdagangan kemarin sempat membuat IHSG bergerak melemah di awal perdagangannya. Apalagi bursa saham Asia di awal perdagangan juga bergerak melemah.
Akan tetapi, dengan adanya rilis kenaikan CPI kuartalan Australia dan terutama kenaikan HSBC Manufacturing PMI China maka membuat bursa saham Asia, tertahan pelemahannya.
"Apalagi ketika bursa saham HongKong, yang sebelumnya libur, mulai bergerak positif sehingga memberikan angin segar bagi pergerakan IHSG. Sentimen positif dari rilis laporan kinerja emiten domestik yang masih dapat bertumbuh positif menjadi perhatian pelaku pasar sehingga aksi beli masih mendominasi perdagangan," ungkap Reza.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, berharap dengan terbentuknya spinning yang lebih rendah dari candle sebelumnya memberikan peluang IHSG untuk tetap bertahan di zona hijau.
"Pergerakan diperkirakan masih akan bervariatif cenderung mencoba menguat dengan memfaktorkan berkurangnya volume transaksi jelang libur panjang di akhir pekan dan rilis berita-berita positif akan kinerja emiten domestik," katanya di Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Sementara untuk bursa saham Eropa masih bergerak variatif cenderung menguat seiring dengan mulai adanya rilis beberapa emiten yang melebihi estimasi. Selain itu, pergerakan bursa saham AS diharapkan bisa tertahan pelemahannya dengan rilis indeks harga perumahan dan penjualan rumah baru yang diekspektasikan positif.
"Dengan mengamsusikan pergerakan bursa saham Eropa dan AS yang mulai membaik maka diharapkan akan memberikan dampak yang cukup positif bagi pergerkan bursa saham Asia besok, termasuk IHSG," jelasnya.
Sebelumnya, negatifnya bursa saham AS dan Eropa pada perdagangan kemarin sempat membuat IHSG bergerak melemah di awal perdagangannya. Apalagi bursa saham Asia di awal perdagangan juga bergerak melemah.
Akan tetapi, dengan adanya rilis kenaikan CPI kuartalan Australia dan terutama kenaikan HSBC Manufacturing PMI China maka membuat bursa saham Asia, tertahan pelemahannya.
"Apalagi ketika bursa saham HongKong, yang sebelumnya libur, mulai bergerak positif sehingga memberikan angin segar bagi pergerakan IHSG. Sentimen positif dari rilis laporan kinerja emiten domestik yang masih dapat bertumbuh positif menjadi perhatian pelaku pasar sehingga aksi beli masih mendominasi perdagangan," ungkap Reza.
(gpr)
Lihat Juga :