Menteri tidak suka cara DPR ajak rapat
Kamis, 25 Oktober 2012 - 12:34 WIB
Menteri tidak suka cara DPR ajak rapat
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, tidak semua menteri suka dengan cara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk bertemu. Menurutnya, cara DPR terkesan tidak santun sebagai sesama penyelenggaran negara.
"Jadi kalau 'kami (DPR) panggil menteri-menteri itu', kesannya seperti apa?" kata Hatta kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Hatta menambahkan, banyak menteri yang tidak suka karena tidak terbiasa dengan cara DPR memanggil mereka. Padahal dalam rapat yang diadakan tersebut mempunyai tujuan untuk negara.
"Ada menteri-menteri tidak terbiasa dengan itu, maka akan bertanya "ada apa ini?" Jadi memang diperlukan (cara-cara yang santun)," tegasnya.
Dia mengaku, tidak memiliki data berapa kali rapat antara pemerintah dengan DPR batal dilakukan karena menteri tidak datang. "Saya tidak memiliki data itu, saya tidak usah komentari itu, tapi menurut saya harus ada mitra kesejajaran," pungkasnya.
Hatta juga meminta DPR agar menganggap pemerintah sejajar dalam melaksanakan tugas kenegaraan. Ketika ingin bertemu dengan para menteri atau jajaran pemerintah lainnya, harusnya dalam bentuk undangan bukan panggilan.
"Istilah, ya menteri itu jangan dipanggil tapi diundang," ujar Hatta.
"Jadi kalau 'kami (DPR) panggil menteri-menteri itu', kesannya seperti apa?" kata Hatta kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Hatta menambahkan, banyak menteri yang tidak suka karena tidak terbiasa dengan cara DPR memanggil mereka. Padahal dalam rapat yang diadakan tersebut mempunyai tujuan untuk negara.
"Ada menteri-menteri tidak terbiasa dengan itu, maka akan bertanya "ada apa ini?" Jadi memang diperlukan (cara-cara yang santun)," tegasnya.
Dia mengaku, tidak memiliki data berapa kali rapat antara pemerintah dengan DPR batal dilakukan karena menteri tidak datang. "Saya tidak memiliki data itu, saya tidak usah komentari itu, tapi menurut saya harus ada mitra kesejajaran," pungkasnya.
Hatta juga meminta DPR agar menganggap pemerintah sejajar dalam melaksanakan tugas kenegaraan. Ketika ingin bertemu dengan para menteri atau jajaran pemerintah lainnya, harusnya dalam bentuk undangan bukan panggilan.
"Istilah, ya menteri itu jangan dipanggil tapi diundang," ujar Hatta.
(rna)
Lihat Juga :