Dahlan mengaku baru tahu dipanggil DPR
Kamis, 25 Oktober 2012 - 12:52 WIB
Dahlan mengaku baru tahu dipanggil DPR
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMn) Dahlan Iskan terlihat santai dan tidak merasa bersalah setelah dua kali mangkir dari panggilan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Ketika ditemui wartawan usai rapat koordinasi (rakor) di kantor Kementerian bidang Perekonomian (Kemenko), mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), ini mengaku baru mengetahui jika dipanggil DPR.
"Mau dipanggil ya? Ya datenglah masa dipanggil DPR gak dateng?" kata Dahlan sambil tersenyum, Kamis (25/10/2012).
Komisi VII DPR memastikan panggilan untuk Dahlan Iskan selaku mantan direktur utama perusahaan listrik pelat merah setelah mendapat persetujuan dari Komisi VI. Namun, Dahlan mengaku tidak mengetahui bahwa panggilan terhadap dirinya sudah mendapat restu dari Komisi VI DPR.
"Aku ga tahu kalau (Komisi VI) setuju," tegasnya.
Seperti diketahui, Dahlan Iskan bersama dengan Menteri ESDM Jero Wacik mangkir untuk kedua kalinya dari RDP dengan Komisi VII untuk membahas laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kerugian PLN sebesar Rp37 triliun.
Kehadiran Dahlan dianggap penting mengingat kedudukannya sebagai mantan Direktur Utama PLN. RDP yang akan membahas realisasi tindak lanjut atas temuan laporan hasil pemeriksaan BPK RI Nomor : 30/Auditama VII/PDTT/09/2011 seharusnya dihadiri Dahlan Iskan selaku mantan Direktur Utama PLN, Menteri ESDM, Kepala BP Migas, Kepala BPH Migas, Dirut Pertamina, Dirut PLN dan Dirut Perusahaan Gas Negara (PGN).
Sedianya, RDP tersebut dilaksanakan pada Senin awal pekan ini, namun karena Dahlan Iskan dan Jero Wacik pada saat itu tidak hadir menyebabkan RDP ditunda menjadi Rabu (24/10/2012) malam. Namun, kedua menteri ini kembali mangkir dari panggilan DPR pada malam tadi menyebabkan RDP kembali ditunda.
Ketika ditemui wartawan usai rapat koordinasi (rakor) di kantor Kementerian bidang Perekonomian (Kemenko), mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), ini mengaku baru mengetahui jika dipanggil DPR.
"Mau dipanggil ya? Ya datenglah masa dipanggil DPR gak dateng?" kata Dahlan sambil tersenyum, Kamis (25/10/2012).
Komisi VII DPR memastikan panggilan untuk Dahlan Iskan selaku mantan direktur utama perusahaan listrik pelat merah setelah mendapat persetujuan dari Komisi VI. Namun, Dahlan mengaku tidak mengetahui bahwa panggilan terhadap dirinya sudah mendapat restu dari Komisi VI DPR.
"Aku ga tahu kalau (Komisi VI) setuju," tegasnya.
Seperti diketahui, Dahlan Iskan bersama dengan Menteri ESDM Jero Wacik mangkir untuk kedua kalinya dari RDP dengan Komisi VII untuk membahas laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kerugian PLN sebesar Rp37 triliun.
Kehadiran Dahlan dianggap penting mengingat kedudukannya sebagai mantan Direktur Utama PLN. RDP yang akan membahas realisasi tindak lanjut atas temuan laporan hasil pemeriksaan BPK RI Nomor : 30/Auditama VII/PDTT/09/2011 seharusnya dihadiri Dahlan Iskan selaku mantan Direktur Utama PLN, Menteri ESDM, Kepala BP Migas, Kepala BPH Migas, Dirut Pertamina, Dirut PLN dan Dirut Perusahaan Gas Negara (PGN).
Sedianya, RDP tersebut dilaksanakan pada Senin awal pekan ini, namun karena Dahlan Iskan dan Jero Wacik pada saat itu tidak hadir menyebabkan RDP ditunda menjadi Rabu (24/10/2012) malam. Namun, kedua menteri ini kembali mangkir dari panggilan DPR pada malam tadi menyebabkan RDP kembali ditunda.
(rna)
Lihat Juga :