Ada intervensi lain yang lebih merugikan BUMN

Kamis, 25 Oktober 2012 - 13:51 WIB
Ada intervensi lain...
Ada intervensi lain yang lebih merugikan BUMN
A A A
Sindonews.com - Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu mengawatirkan adanya pengalihan isu terhadap sumber intervensi yang lebih merugikan BUMN dari isu pemerasan yang dilakukan oknum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap sejumlah BUMN.

"Jangan sampai isu ini menjadi pengalihan isu terhadap sumber intervensi BUMN yang lebih merugikan," kata dia kepada Sindonews, Kamis (25/10/2012).

Menurut dia, Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang menginstruksikan BUMN untuk menolak pemerasan yang dilakukan oknum DPR dan melaporkannya sudah dilakukan Kementerian BUMN sejak dulu. SE yang dikeluarkan Seskab tersebut merupakan daur ulang dari SE yang dikeluarkan pemegang 140 saham BUMN beberapa tahun lalu.

Pada 2005, kata Said, Kementerian BUMN sudah mengeluarkan SE yang jauh lebih keras. Dalam SE tersebut, seluruh BUMN dilarang meminjamkan atau menyewakan asetnya untuk digunakan partai politik, termasuk untuk kampanye. "Tidak boleh pohon milik PTPN dipasang gambar parpol," ujarnya.

Menurut Said, intervensi yang merugikan BUMN bukan berasal dari DPR, melainkan dari sumber lain. Sumber lain yang dimaksud tersebut, yakni yang memiliki kekuasaan untuk menempatkan dan mengusulkan direksi di perusahaan pelat merah serta yang bisa mempengaruhi kontrak pengadaan barang atau jasa di BUMN.

Dia menilai, isu bahwa oknum DPR meminta jatah kepada BUMN tidak istimewa lantaran banyak pihak melakukan hal serupa, sehingga hal itu tergantung dari sikap BUMN, akan melayani atau menolak.

"Saya justru takut, isu ini menjadi pengalihan perhatian bahwa seakan-akan intervensi DPR ke BUMN lebih merugikan BUMN, padahal ada intervensi lain yang lebih merugikan dari DPR," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
23 menit yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
9 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
10 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
10 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
10 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
11 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved