Upaya Pemda hemat biaya BBM gagal
Kamis, 25 Oktober 2012 - 14:10 WIB
Upaya Pemda hemat biaya BBM gagal
A
A
A
Sindonews.com - Upaya pemerintah daerah Timor Tengah Utara untuk menghemat anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk setiap kendaraan dinas saat kunjungan ke daerah nampaknya bakal tak berlanjut.
Padahal, sebelumnya pemerintah daerah (pemda) sudah membuat pernyataan hanya membeli dua unit bus pemda untuk kepentingan kunjungan ke desa dengan maksud menghemat BBM.
Meskipun dua unit bus pemda sudah dibeli sebelumnya, namun tak disangka pemerintah daerah melalui bagian umum setda Timor Tengah Utara diam-diam lakukan pengadaan mobil dengan sistem Penunjukan langsung (PL) pengadaan sembilan unit mobil mewah jenis Fortuner, Toyota Rush, dan Avanza.
Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Fernandez mengakui mobil tersebut akan diberikan kepada pimpinan SKPD yang tak punya mobil dinas. Pasalnya sebagian besar mobil dinas telah disewa beli oleh pejabat sebelum masa jabatannya sebagai Bupati.
"Saat itu, beliau mantan Bupati (Gabriel Manek) telah menerbitkan SK Bupati untuk dilakukan sewa beli mobil dinas. Oleh karena itu banyak SKPD saat ini tidak memiliki kendaraan dinas," kata Raymundus Fernandes, Bupati Timor Tengah Utara, di Kefamenanu, Kamis (25/10/2012).
Raymundus menjelaskan, dari sembilan unit tersebut, enam unit mobil diperuntukan untuk Pemkab TTU. Sedangkan tiga unit akan diserahkan kepada DPRD Timor Tengah Utara. Disinggung mengenai besaran anggaran untuk pengadaan semua kendaraan dinas itu, Bupati TTU mengaku, pengadaan semua kendaraan dinas itu dilakukan dengan cara penunjukan langsung.
"Saya kurang tahu berapa besar biaya yang digunakan untuk membeli semua kendaraan dinas itu. Anggaran untuk pembelian kendaraan dinas ini ternyata sudah disepakati saat pembahasan sidang I, 2012 lalu," ujar Bupati TTU.
Sekadar informasi, kebanyakan kendaraan dinas di lingkup Pemda Timor Tengah Utara juga selain untuk keperluan dinas, kendaraan dinas itu juga digunakan untuk keperluan keluarga bahkan juga ada digunakan untuk berekreasi bersama keluarga, akibatnya, kondisi mobil reot dan tak terurus.
Padahal, sebelumnya pemerintah daerah (pemda) sudah membuat pernyataan hanya membeli dua unit bus pemda untuk kepentingan kunjungan ke desa dengan maksud menghemat BBM.
Meskipun dua unit bus pemda sudah dibeli sebelumnya, namun tak disangka pemerintah daerah melalui bagian umum setda Timor Tengah Utara diam-diam lakukan pengadaan mobil dengan sistem Penunjukan langsung (PL) pengadaan sembilan unit mobil mewah jenis Fortuner, Toyota Rush, dan Avanza.
Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Fernandez mengakui mobil tersebut akan diberikan kepada pimpinan SKPD yang tak punya mobil dinas. Pasalnya sebagian besar mobil dinas telah disewa beli oleh pejabat sebelum masa jabatannya sebagai Bupati.
"Saat itu, beliau mantan Bupati (Gabriel Manek) telah menerbitkan SK Bupati untuk dilakukan sewa beli mobil dinas. Oleh karena itu banyak SKPD saat ini tidak memiliki kendaraan dinas," kata Raymundus Fernandes, Bupati Timor Tengah Utara, di Kefamenanu, Kamis (25/10/2012).
Raymundus menjelaskan, dari sembilan unit tersebut, enam unit mobil diperuntukan untuk Pemkab TTU. Sedangkan tiga unit akan diserahkan kepada DPRD Timor Tengah Utara. Disinggung mengenai besaran anggaran untuk pengadaan semua kendaraan dinas itu, Bupati TTU mengaku, pengadaan semua kendaraan dinas itu dilakukan dengan cara penunjukan langsung.
"Saya kurang tahu berapa besar biaya yang digunakan untuk membeli semua kendaraan dinas itu. Anggaran untuk pembelian kendaraan dinas ini ternyata sudah disepakati saat pembahasan sidang I, 2012 lalu," ujar Bupati TTU.
Sekadar informasi, kebanyakan kendaraan dinas di lingkup Pemda Timor Tengah Utara juga selain untuk keperluan dinas, kendaraan dinas itu juga digunakan untuk keperluan keluarga bahkan juga ada digunakan untuk berekreasi bersama keluarga, akibatnya, kondisi mobil reot dan tak terurus.
(gpr)
Lihat Juga :