BORN jual 20% saham AKT untuk bayar utang
Kamis, 25 Oktober 2012 - 15:24 WIB
BORN jual 20% saham AKT untuk bayar utang
A
A
A
Sindonews.com - PT Borneo Lumbung & Energi Tbk (BORN) berencana menjual saham PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) sebanyak 10-20 persen guna membayar utang perseroan kepada Standard & Chartered Bank (SCB).
"Jika aset AKT dijual, maka kami hanya tinggal memiliki 49 persen dari saham AKT dari sebelumnya 69 persen saham," ujar Direktur BORN, Alexander Ramlie di Hotel le Miridien, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Diakuinya, saat ini, setidaknya ada lima calon investor yang telah menyatakan ketertarikannya terhadap saham AKT. Kendati demikian, dia mengaku, tidak bisa mengungkapkan nama kelima calon investor tersebut.
"Tapi belum bisa kami sebutkan kelima investor tersebut," tambahnya.
Dari hasil penjualan saham itu sendiri, lanjut Alexander, perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk pembayaran utang ke SCB yang dilakukan dalam beberapa bertahap.
"Tahap pertama, dengan pembayaran sebesar USD50 juta di tahun 2012. Kemudian di tahun 2013 dan 2014, pembayaran akan dilakukan sebesar USD140 juta. Setelah itu, tahun 2015 pembayaran akan dilakukan sebesar USD160 juta dan sisanya sebesar USD510 juta di tahun 2016," ungkapnya.
Sekedar informasi, BORN mendapatkan pinjaman dari SCB mencapai USD1 miliar pada November tahun lalu. Adapun, tenor utang tersebut selama lima tahun dan memiliki bunga 5,6 persen per tahun atau masih di atas suku bunga LIBOR (London Interbank Offered Rate).
"Jika aset AKT dijual, maka kami hanya tinggal memiliki 49 persen dari saham AKT dari sebelumnya 69 persen saham," ujar Direktur BORN, Alexander Ramlie di Hotel le Miridien, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Diakuinya, saat ini, setidaknya ada lima calon investor yang telah menyatakan ketertarikannya terhadap saham AKT. Kendati demikian, dia mengaku, tidak bisa mengungkapkan nama kelima calon investor tersebut.
"Tapi belum bisa kami sebutkan kelima investor tersebut," tambahnya.
Dari hasil penjualan saham itu sendiri, lanjut Alexander, perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk pembayaran utang ke SCB yang dilakukan dalam beberapa bertahap.
"Tahap pertama, dengan pembayaran sebesar USD50 juta di tahun 2012. Kemudian di tahun 2013 dan 2014, pembayaran akan dilakukan sebesar USD140 juta. Setelah itu, tahun 2015 pembayaran akan dilakukan sebesar USD160 juta dan sisanya sebesar USD510 juta di tahun 2016," ungkapnya.
Sekedar informasi, BORN mendapatkan pinjaman dari SCB mencapai USD1 miliar pada November tahun lalu. Adapun, tenor utang tersebut selama lima tahun dan memiliki bunga 5,6 persen per tahun atau masih di atas suku bunga LIBOR (London Interbank Offered Rate).
(rna)
Lihat Juga :