Lagi, DIY raih Anugerah Pariwisata
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 13:07 WIB
Lagi, DIY raih Anugerah Pariwisata
A
A
A
Sindonews.com - Yogyakarta kembali mendapatkan penghargaan pariwisata internasional untuk kategori The Best Print Advertisement dari Tourism Promotion Organization (TPO) for Asia Pacific Cities yang berpusat di Korea Selatan.
Ini merupakan penghargaan yang keempat secara berturut-turut sejak 2009. Penghargaan itu diberikan kepada Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) saat pertemuan TPO ke-5 di Penang, Malaysia, 19 September lalu. BP2KY rencananya menyerahkan penghargaan tersebut kepada Pemkot Yogyakarta, Selasa (30/10).
Direktur Pelaksana BP2KY Artin Wuriyanti mengatakan, dari tiga kota di Indonesia yang menjadi anggota TPO, yakni Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta hanya Yogyakarta yang mendapatkan penghargaan tersebut. Penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi dunia pariwisata di Yogyakarta.
“Walau begitu, bukan berarti kami puas dengan prestasi ini,namun justru akan menjadi pelecut untuk terus mengembangkan dan mengenalkan pariwisata, bukan hanya di Yogyakarta, tetapi di DIY,” kata Artin di sela-sela penjelasan tentang penghargaan pariwisata internasional untuk Yogyakarta di aula Humas Pemkot Yogyakarta, kemarin.
Artin menjelaskan, penghargaan yang pernah diterima Yogyakarta dari TPO,di antaranya The Best Public Relations (2009), The Best Campaign (2010), dan The Best Website (2011). TPO merupakan sebuah organisasi pariwisata yang beranggotakan 70 kota dari sembilan negara di Asia Pasifik serta 32 lembaga nonpemerintahan.
“Sembilan negara anggota TPO adalah Rusia, Thailand, Vietnam, China, Korea, Malaysia, Jepang, Filipina, dan Indonesia,” katanya.
Ketua BP2KY Deddy Pranawa Eryana mengatakan penghargaan tersebut bukan hanya berdampak pada pariwisata di Yogyakarta, tapi juga DIY dan Indonesia pada umumnya. Sebab, selama ini tempat wisata yang diketahui hanya Bali. Bahkan orang asing lebih mengenal Bali daripada Indonesia.
“Selain semakin mengenalkan pariwisata Yogyakarta, penghargaan ini diharapkan dapat memicu stakeholder dan pelaku wisata di DIY sehingga akan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Kepala Seksi Kerja Sama Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Yogyakarta Budiyono menambahkan, untuk mendukung pengembangan pariwisata tersebut, salah satunya dengan menggelar kegiatan seni budaya.
Namun karena adanya keterbatasannya, untuk pentas seni tersebut sementara masih belum dapat dilaksanakan di semua tempat.
Ini merupakan penghargaan yang keempat secara berturut-turut sejak 2009. Penghargaan itu diberikan kepada Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) saat pertemuan TPO ke-5 di Penang, Malaysia, 19 September lalu. BP2KY rencananya menyerahkan penghargaan tersebut kepada Pemkot Yogyakarta, Selasa (30/10).
Direktur Pelaksana BP2KY Artin Wuriyanti mengatakan, dari tiga kota di Indonesia yang menjadi anggota TPO, yakni Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta hanya Yogyakarta yang mendapatkan penghargaan tersebut. Penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi dunia pariwisata di Yogyakarta.
“Walau begitu, bukan berarti kami puas dengan prestasi ini,namun justru akan menjadi pelecut untuk terus mengembangkan dan mengenalkan pariwisata, bukan hanya di Yogyakarta, tetapi di DIY,” kata Artin di sela-sela penjelasan tentang penghargaan pariwisata internasional untuk Yogyakarta di aula Humas Pemkot Yogyakarta, kemarin.
Artin menjelaskan, penghargaan yang pernah diterima Yogyakarta dari TPO,di antaranya The Best Public Relations (2009), The Best Campaign (2010), dan The Best Website (2011). TPO merupakan sebuah organisasi pariwisata yang beranggotakan 70 kota dari sembilan negara di Asia Pasifik serta 32 lembaga nonpemerintahan.
“Sembilan negara anggota TPO adalah Rusia, Thailand, Vietnam, China, Korea, Malaysia, Jepang, Filipina, dan Indonesia,” katanya.
Ketua BP2KY Deddy Pranawa Eryana mengatakan penghargaan tersebut bukan hanya berdampak pada pariwisata di Yogyakarta, tapi juga DIY dan Indonesia pada umumnya. Sebab, selama ini tempat wisata yang diketahui hanya Bali. Bahkan orang asing lebih mengenal Bali daripada Indonesia.
“Selain semakin mengenalkan pariwisata Yogyakarta, penghargaan ini diharapkan dapat memicu stakeholder dan pelaku wisata di DIY sehingga akan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Kepala Seksi Kerja Sama Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Yogyakarta Budiyono menambahkan, untuk mendukung pengembangan pariwisata tersebut, salah satunya dengan menggelar kegiatan seni budaya.
Namun karena adanya keterbatasannya, untuk pentas seni tersebut sementara masih belum dapat dilaksanakan di semua tempat.
(gpr)
Lihat Juga :