Ekspor produk rotan tumbuh 44%

Sabtu, 27 Oktober 2012 - 12:02 WIB
Ekspor produk rotan...
Ekspor produk rotan tumbuh 44%
A A A
Sindonews.com – Kebijakan pemerintah untuk menghentikan ekspor bahan baku rotan berdampak positif. Terbukti, ekspor produk rotan periode Januari–September 2012 membukukan angka USD157 juta (sekitarRp1,41 triliun), meningkat 44,82 persen dibandingkan nilai ekspor rotan pada periode yang sama 2011 USD108,96 juta.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, nilai ekspor produk rotan yang cukup tinggi tersebut disumbang oleh produk rotan furnitur senilai USD118,532 juta dan anyaman rotan senilai USD39,250 juta.

Ekspor produk rotan asal Indonesia didominasi oleh lima negara tujuan ekspor terbesar yaitu, Jepang, Amerika Serikat (AS), Jerman, Belanda, dan Inggris. ”Ini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan semua pihak telah menghasilkan sesuatu yang positif,” kata Bayu di Jakarta, Jumat (26/10/2012).

Kementerian Perdagangan (Kemendag), lanjut Bayu, terus mendukung produksi rotan dalam negeri agar mampu bersaing di dunia internasional. Salah satu caranya adalah dengan mendukung pengembangan produk-produk rotan nasional.

”Kita mengadakan berbagai kompetisi untuk mendapatkan produk rotan dan bambu yang berkualitas,” tutur Bayu.

Tercatat, China memiliki pangsa pasar rotan dunia sebesar 34,10 persen, sementara Indonesia sebesar 32,55 persen. Untuk produk bambu, China memiliki pangsa pasar sebesar 63,31 persen, sedangkan Indonesia hanya 9,58 persen.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan( Mendag) Gita Wirjawan menegaskan dukungannya terhadap kebijakan yang melarang ekspor bahan baku rotan. Sebab, diyakini hal itu akan memperkuat proses hilirisasi yang selanjutnya memperkuat daya saing produk Indonesia.

”Pemerintah akan terus mengupayakan proses peningkatan serta memperkuat daya saing produk dalam negeri,” tegas Gita.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
6 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
7 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
7 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
8 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
8 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
8 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved