Kembangkan pasar domestik, Asmindo gandeng REI
Senin, 29 Oktober 2012 - 10:11 WIB
Kembangkan pasar domestik, Asmindo gandeng REI
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY terus membidik pasar domestik untuk penjualan produknya. Untuk memaksimalkan pasar dalam negeri, mereka akan menggandeng Real Estate Indonesia (REI).
“Kita akan menggandeng REI seiring pertumbuhan pasar properti,” jelas Ketua Asmindo DIY Yuli Sugiyanto di yogyakarta, Senin (29/10/2012).
Menurutya, pada kerja sama ini nantinya setiap properti yang dijual akan dilengkapi furniture yang bisa dipilih. Pembeli hanya menyesuaikan paket harga yang ditawarkan. Dengan cara ini pembeli tidak repot mengisi perabotan rumah tangga karena sudah termasuk dengan kualitas tidak diragukan lagi.
Kerja sama ini, ujarnya, hanyalah bagian kecil dari strategi penjualan menyusul kondisi pasar ekspor yang terpuruk akibat krisis ekonomi di Amerika dan Eropa. Untuk itulah perajin harus jeli untuk membuat pasar baru.
Di Yogyakarta terdapat gerai Asmindo yang memajang aneka produk perajin mebel dan furniture Yogyakarta. Sementara itu, Ketua DPP Ambar Tjahjono, mendesak pemerintah untuk lebih jeli dalam melihat pasar.
Kondisi pasar di Eropa dan Amerika tidak prospek pasca krisis terjadi. Untuk itulah pameran yang digelar harus dipindah dengan melihat realitas di lapangan.
Saat ini, pasar Asia juga cukup prospek, khuususnya China, Jepang dan beberapa negara berkembang lainnya. Pasar ini sebagai alternatif pasar Eropa, yang selama ini menjadi tumpuan perajin.
“Kita harus bisa membuat pasar domestik lebih berkibar,” tutur Ambar. DPP, kata dia, berencana menggelar pameran furniture terbesar di negeri ini. Semua pembeli dari luar negeri akan diundang untuk menyaksikan pameran tersebut.
Dengan cara ini, perajin akan lebih eksis. “Gerai-gerai Asmindo harus dikembangkan di daerah lain,” tegasnya.
“Kita akan menggandeng REI seiring pertumbuhan pasar properti,” jelas Ketua Asmindo DIY Yuli Sugiyanto di yogyakarta, Senin (29/10/2012).
Menurutya, pada kerja sama ini nantinya setiap properti yang dijual akan dilengkapi furniture yang bisa dipilih. Pembeli hanya menyesuaikan paket harga yang ditawarkan. Dengan cara ini pembeli tidak repot mengisi perabotan rumah tangga karena sudah termasuk dengan kualitas tidak diragukan lagi.
Kerja sama ini, ujarnya, hanyalah bagian kecil dari strategi penjualan menyusul kondisi pasar ekspor yang terpuruk akibat krisis ekonomi di Amerika dan Eropa. Untuk itulah perajin harus jeli untuk membuat pasar baru.
Di Yogyakarta terdapat gerai Asmindo yang memajang aneka produk perajin mebel dan furniture Yogyakarta. Sementara itu, Ketua DPP Ambar Tjahjono, mendesak pemerintah untuk lebih jeli dalam melihat pasar.
Kondisi pasar di Eropa dan Amerika tidak prospek pasca krisis terjadi. Untuk itulah pameran yang digelar harus dipindah dengan melihat realitas di lapangan.
Saat ini, pasar Asia juga cukup prospek, khuususnya China, Jepang dan beberapa negara berkembang lainnya. Pasar ini sebagai alternatif pasar Eropa, yang selama ini menjadi tumpuan perajin.
“Kita harus bisa membuat pasar domestik lebih berkibar,” tutur Ambar. DPP, kata dia, berencana menggelar pameran furniture terbesar di negeri ini. Semua pembeli dari luar negeri akan diundang untuk menyaksikan pameran tersebut.
Dengan cara ini, perajin akan lebih eksis. “Gerai-gerai Asmindo harus dikembangkan di daerah lain,” tegasnya.
(rna)
Lihat Juga :