2013, PNM akan terbitkan obligasi Rp1 T
Senin, 29 Oktober 2012 - 15:37 WIB
2013, PNM akan terbitkan obligasi Rp1 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun pada tahun depan. Rencanannya, dana hasil obligasi akan digunakan perseroan untuk pengembangan pembiayaan mikro melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).
Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja menjelaskan, nilai obligasi tersebut naik dua kali lipat dibanding Obligasi yang diterbitkan tahun ini senilai Rp500 miliar.
"Kenapa jadi Rp1 triliun? karena kita ada penambahan pada jaringan. Jaringan kita sudah 577 kantor unit total kantor, cabang pembantu dan unit. Hingga sekarang, jumlahnya hampir 700 jaringan," ujarnya saat ditemu wartawan di Gedung Arthaloka, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Peningkatan nilai Obligasi, kata Parman, juga didorong tingginya permintaan akan obligasi perseroan. Pada penerbitan obligasi sebelumnya, perseroan telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) mencapai Rp1,2 triliun dari nilai emisi obligasi yang ditawarkan sebesar Rp500 miliar pada saat itu.
Lebih lanjut dia menerangkan, dana hasil dari penerbitan obligasi itu akan digunakan sepenuhnya untuk pembiayaan usaha mikro. "Hasil obligasi ini untuk membiayai pembiyaan mikro kecil yang produktif. Seluruhnya, untuk ke sana (pembiayaan usaha mikro)," tegasnya.
Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja menjelaskan, nilai obligasi tersebut naik dua kali lipat dibanding Obligasi yang diterbitkan tahun ini senilai Rp500 miliar.
"Kenapa jadi Rp1 triliun? karena kita ada penambahan pada jaringan. Jaringan kita sudah 577 kantor unit total kantor, cabang pembantu dan unit. Hingga sekarang, jumlahnya hampir 700 jaringan," ujarnya saat ditemu wartawan di Gedung Arthaloka, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Peningkatan nilai Obligasi, kata Parman, juga didorong tingginya permintaan akan obligasi perseroan. Pada penerbitan obligasi sebelumnya, perseroan telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) mencapai Rp1,2 triliun dari nilai emisi obligasi yang ditawarkan sebesar Rp500 miliar pada saat itu.
Lebih lanjut dia menerangkan, dana hasil dari penerbitan obligasi itu akan digunakan sepenuhnya untuk pembiayaan usaha mikro. "Hasil obligasi ini untuk membiayai pembiyaan mikro kecil yang produktif. Seluruhnya, untuk ke sana (pembiayaan usaha mikro)," tegasnya.
(rna)
Lihat Juga :