Global Mediacom bidik laba 2012 Rp1,2 T
Senin, 29 Oktober 2012 - 17:02 WIB
Global Mediacom bidik laba 2012 Rp1,2 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menargetkan laba bersih hingga Rp1,2 triliun hingga penghujung tahun ini, atau meningkat sekitar 50 persen dibanding laba bersih tahun 2011 lalu sebesar Rp700 miliar.
"Kalau tahun lalu laba kita Rp700 miliar lebih, tahun ini bisa Rp1,1-1,2 triliun. Jadi pertumbuhannya kurang lebih 50 persen, sangat signifikan," jelas Grup President & CEO PT Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) perseroan di Menara MNC, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Hary menambahkan, potensi keuntungan PT Global Mediacom pada tahun-tahun mendatang bisa tumbuh lebih pesat lagi sebab perseroan sedang mengembangkan e-media yang sangat prospektif di Indonesia.
"Kita sekarang sedang mengembangkan e-media. Kalau kita lihat sekarang di China, e-media berkembang pesat sekali, mudah-mudahan di Indonesia juga seperti itu," imbuhnya.
Selain itu, PT Global Mediacom juga mengembangkan berbagai usaha lain, di antaranya home shopping channel dan kabel optik.
"Selama ini kita juga mengembangkan home shopping channel dan itu juga berkembang dengan baik. Kemudian kita mau mengembangkan kabel optik juga supaya jaringan internet di Indonesia bisa berkembang baik," pungkasnya.
Sementara itu, perseroan hingga akhir September tahun ini berhasil membukan pendapatan konsolidasi sebesar 21 persen menjadi Rp6,3 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp5,2 triliun.
Pendapatan konsolidasi perusahaan ditopang pendapatan berbasis konten dan iklan melalui PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan media berbasis pelanggan melalui PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY).
Sementara itu, EBITDA tumbuh 35 persen menjadi Rp2,7 triliun dari Rp2 triliun pada September tahun lalu, dengan marjin EBITDA bertumbuh menjadi 43 persen dari 39 persen.
Naiknya pendapatan perseroan menyebabkan laba bersih yang dibukukan meningkat 43 persen menjadi Rp881 miliar dari posisi kuartal III tahun lalu senilai Rp617 miliar. Tercatat, MNCN memberikan kontribusi terbesar mencapai 71 persen terhadap pendapatan konsolidasi. Sedangkan MSKY memberi kontribusi sebanyak 27 persen.
"Kalau tahun lalu laba kita Rp700 miliar lebih, tahun ini bisa Rp1,1-1,2 triliun. Jadi pertumbuhannya kurang lebih 50 persen, sangat signifikan," jelas Grup President & CEO PT Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) perseroan di Menara MNC, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Hary menambahkan, potensi keuntungan PT Global Mediacom pada tahun-tahun mendatang bisa tumbuh lebih pesat lagi sebab perseroan sedang mengembangkan e-media yang sangat prospektif di Indonesia.
"Kita sekarang sedang mengembangkan e-media. Kalau kita lihat sekarang di China, e-media berkembang pesat sekali, mudah-mudahan di Indonesia juga seperti itu," imbuhnya.
Selain itu, PT Global Mediacom juga mengembangkan berbagai usaha lain, di antaranya home shopping channel dan kabel optik.
"Selama ini kita juga mengembangkan home shopping channel dan itu juga berkembang dengan baik. Kemudian kita mau mengembangkan kabel optik juga supaya jaringan internet di Indonesia bisa berkembang baik," pungkasnya.
Sementara itu, perseroan hingga akhir September tahun ini berhasil membukan pendapatan konsolidasi sebesar 21 persen menjadi Rp6,3 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp5,2 triliun.
Pendapatan konsolidasi perusahaan ditopang pendapatan berbasis konten dan iklan melalui PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan media berbasis pelanggan melalui PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY).
Sementara itu, EBITDA tumbuh 35 persen menjadi Rp2,7 triliun dari Rp2 triliun pada September tahun lalu, dengan marjin EBITDA bertumbuh menjadi 43 persen dari 39 persen.
Naiknya pendapatan perseroan menyebabkan laba bersih yang dibukukan meningkat 43 persen menjadi Rp881 miliar dari posisi kuartal III tahun lalu senilai Rp617 miliar. Tercatat, MNCN memberikan kontribusi terbesar mencapai 71 persen terhadap pendapatan konsolidasi. Sedangkan MSKY memberi kontribusi sebanyak 27 persen.
(rna)
Lihat Juga :