Mandiri bukukan laba bersih Rp11,1 T
Senin, 29 Oktober 2012 - 17:34 WIB
Mandiri bukukan laba bersih Rp11,1 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hingga kuartal III tahun ini berhasil membukukan laba bersih Rp11,1 triliun atau naik 21,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Di samping itu, perseroan juga berhasil membukukan total aset dengan nilai mencapai Rp588,4 triliun pada kuartal III/2012. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Riswinandi mengatakan, angka tersebut tercatat tumbuh hingga 17,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011.
Riswandi juga menerangkan, pertumbuhan aset perseroan didukung oleh pertumbuhan kredit tahunan sebesar 22,8 persen dibanding kuartal III tahun 2011.
"Kenaikan aset tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit secara tahunan yang mencapai 22,8 persen, dari Rp297,5 triliun pada kuartal III/2011 menjadi Rp365,2 triliun," terangnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Kinerja positif pada sisi intermediasi tersebut, lanjutnya, memacu kenaikan laba bersih perusahaan hingga 21,2 persen dari Rp9,2 triliun pada September 2011 menjadi Rp11,1 triliun di September 2012.
Sementara itu, kata Riswandi lagi, kualitas aset produktif tetap terjaga dengan baik, yang terlihat pada rasio kredit bermasalah (NPL) netto sebesar 0,52 persen.
Kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh segmen bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi terutama pada segmen mikro yang tumbuh mencapai 77,3 persen menjadi Rp16,8 triliun pada September 2012.
Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat pesat menjadi 798 ribu nasabah dari 626 ribu nasabah di kuartal III/2011. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 30,8 persen menjadi Rp50,6 triliun.
Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Total limit KUR yang telah disalurkan Bank Mandiri hingga September 2012 mencapai Rp9,9 triliun yang disalurkan kepada 203.805 ribu nasabah.
“Penyaluran kredit Bank Mandiri, terutama ke segmen mikro, yang terus menunjukkan peningkatan, merupakan realisasi dari komitmen kami meningkatkan akses masyarakat di berbagai wilayah Indonesia kepada pembiayaan produktif,” imbuhnya.
Di samping itu, perseroan juga berhasil membukukan total aset dengan nilai mencapai Rp588,4 triliun pada kuartal III/2012. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Riswinandi mengatakan, angka tersebut tercatat tumbuh hingga 17,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011.
Riswandi juga menerangkan, pertumbuhan aset perseroan didukung oleh pertumbuhan kredit tahunan sebesar 22,8 persen dibanding kuartal III tahun 2011.
"Kenaikan aset tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit secara tahunan yang mencapai 22,8 persen, dari Rp297,5 triliun pada kuartal III/2011 menjadi Rp365,2 triliun," terangnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Kinerja positif pada sisi intermediasi tersebut, lanjutnya, memacu kenaikan laba bersih perusahaan hingga 21,2 persen dari Rp9,2 triliun pada September 2011 menjadi Rp11,1 triliun di September 2012.
Sementara itu, kata Riswandi lagi, kualitas aset produktif tetap terjaga dengan baik, yang terlihat pada rasio kredit bermasalah (NPL) netto sebesar 0,52 persen.
Kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh segmen bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi terutama pada segmen mikro yang tumbuh mencapai 77,3 persen menjadi Rp16,8 triliun pada September 2012.
Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat pesat menjadi 798 ribu nasabah dari 626 ribu nasabah di kuartal III/2011. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 30,8 persen menjadi Rp50,6 triliun.
Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Total limit KUR yang telah disalurkan Bank Mandiri hingga September 2012 mencapai Rp9,9 triliun yang disalurkan kepada 203.805 ribu nasabah.
“Penyaluran kredit Bank Mandiri, terutama ke segmen mikro, yang terus menunjukkan peningkatan, merupakan realisasi dari komitmen kami meningkatkan akses masyarakat di berbagai wilayah Indonesia kepada pembiayaan produktif,” imbuhnya.
(rna)
Lihat Juga :