BPH Migas tetap buka kesempatan perusahaan asing
Selasa, 30 Oktober 2012 - 08:24 WIB
BPH Migas tetap buka kesempatan perusahaan asing
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan, keterlibatan pihak asing dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia merupakan hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti. BPH Migas sendiri membuka kesempatan bagi perusahaan asing untuk ikut menyalurkan BBM, selain PT Pertamina.
"Kalau anda mau datang sendiri, minyak anda yang dibor dari luar sana tanpa kita perlu repot-repot, ya monggo. Saya kira kita tidak perlu paranoid berlebihan," kata Wakil Ketua BPH Migas Fahmi H Matori usai menghadiri Media Gathering Pertamina dan BPH Migas di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (29/10/2012) malam.
Fahmi memaparkan, keterlibatan sejumlah perusahaan minyak asing dalam penyaluran BBM di Indonesia masih sangat kecil dan tidak signifikan, sehingga tidak perlu ditakuti akan mematikan Pertamina. "Ini kan mereka hanya menyalurkan nol koma sekian persen. Kalau yang kemarin itu 0,05 malah (tahun 2011)," tukas dia.
Menurut Fahmi, DPR terlalu membesar-besarkan keterlibatan pihak asing. Dia memaparkan bahwa negara-negara lain pun membuka kesempatan luas bagi perusahaan asing untuk terlibat dalam penyaluran BBM.
"Memang kita waktu di Komisi VII itu sempat direpotkan, ada yang pro kontra. Toh di Malaysia juga Pertamina menyalurkan BBM PSO (subsidi), kemudian Shell juga. Jadi, saya tidak tahu kenapa kita tiba-tiba dimarahin," ungkapnya.
Lagipula, lanjut Fahmi, peraturan perundangan pun mengizinkan masuknya pihak asing dalam penyaluran BBM. Pihaknya tidak ingin keberadaan perusahaan minyak asing dilihat sebagai kemauan BPH Migas semata. Bahkan, kepala daerah pun ikut terlibat dalam pemberian izin.
"Regulasinya memang mengizinkan seperti itu. Dari dulu juga seperti itu. Kemudian proses pendiriannya pun yang memberi izin itu kepala daerah," jelasnya.
"Kalau anda mau datang sendiri, minyak anda yang dibor dari luar sana tanpa kita perlu repot-repot, ya monggo. Saya kira kita tidak perlu paranoid berlebihan," kata Wakil Ketua BPH Migas Fahmi H Matori usai menghadiri Media Gathering Pertamina dan BPH Migas di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (29/10/2012) malam.
Fahmi memaparkan, keterlibatan sejumlah perusahaan minyak asing dalam penyaluran BBM di Indonesia masih sangat kecil dan tidak signifikan, sehingga tidak perlu ditakuti akan mematikan Pertamina. "Ini kan mereka hanya menyalurkan nol koma sekian persen. Kalau yang kemarin itu 0,05 malah (tahun 2011)," tukas dia.
Menurut Fahmi, DPR terlalu membesar-besarkan keterlibatan pihak asing. Dia memaparkan bahwa negara-negara lain pun membuka kesempatan luas bagi perusahaan asing untuk terlibat dalam penyaluran BBM.
"Memang kita waktu di Komisi VII itu sempat direpotkan, ada yang pro kontra. Toh di Malaysia juga Pertamina menyalurkan BBM PSO (subsidi), kemudian Shell juga. Jadi, saya tidak tahu kenapa kita tiba-tiba dimarahin," ungkapnya.
Lagipula, lanjut Fahmi, peraturan perundangan pun mengizinkan masuknya pihak asing dalam penyaluran BBM. Pihaknya tidak ingin keberadaan perusahaan minyak asing dilihat sebagai kemauan BPH Migas semata. Bahkan, kepala daerah pun ikut terlibat dalam pemberian izin.
"Regulasinya memang mengizinkan seperti itu. Dari dulu juga seperti itu. Kemudian proses pendiriannya pun yang memberi izin itu kepala daerah," jelasnya.
(rna)
Lihat Juga :