Rupiah dibayangi sentimen global
Selasa, 30 Oktober 2012 - 08:47 WIB
Rupiah dibayangi sentimen global
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (USD) masih tergantung rilis beberapa data dari Inggris, dimana rilis produk domestik bruto (PDB) Inggris sebelumnya yang memperlihatkan kenaikan.
"Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu rilis beberapa data dari Inggris, diantaranya persetujuan KPR, penyaluran KPR, dan penyaluran kredit konsumer oleh BoE yang berada di atas estimasi," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada kepada Sindonews, Selasa (30/10/2012).
Selain itu, kata Reza, sentimen positif juga berhembus menyusul dikeluarkannya rilis data PDB Inggris yang sebelumnya memperlihatkan adanya kenaikan. Pergerkan rupiah tersebut juga mengantisipasi peluang pelonggaran moneter lanjutan dari BoJ, yang diprediksi akan menambah program pembelian obligasi sebanyak 10 triliun yen menjadi 90 triliun yen.
"Akan tetapi, sentimen positif tersebut terhalangi oleh hasil rilis PDB AS di akhir pekan kemarin, yang melebihi estimasi, sehingga mengurangi harapan berapa lama kebijakan quantitative easing (QE) ketiga akan dilaksanakan oleh The Fed," tutupnya.
"Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu rilis beberapa data dari Inggris, diantaranya persetujuan KPR, penyaluran KPR, dan penyaluran kredit konsumer oleh BoE yang berada di atas estimasi," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada kepada Sindonews, Selasa (30/10/2012).
Selain itu, kata Reza, sentimen positif juga berhembus menyusul dikeluarkannya rilis data PDB Inggris yang sebelumnya memperlihatkan adanya kenaikan. Pergerkan rupiah tersebut juga mengantisipasi peluang pelonggaran moneter lanjutan dari BoJ, yang diprediksi akan menambah program pembelian obligasi sebanyak 10 triliun yen menjadi 90 triliun yen.
"Akan tetapi, sentimen positif tersebut terhalangi oleh hasil rilis PDB AS di akhir pekan kemarin, yang melebihi estimasi, sehingga mengurangi harapan berapa lama kebijakan quantitative easing (QE) ketiga akan dilaksanakan oleh The Fed," tutupnya.
(rna)