2013, PNM targetkan pembiayaan Rp4,4 T
Selasa, 30 Oktober 2012 - 12:35 WIB
2013, PNM targetkan pembiayaan Rp4,4 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menargetkan akan menyalurkan pembiayaan ke sektor usaha kecil menengah dan koperasi (UKMK) pada tahun depan sebesar Rp4,4 triliun sepanjang 2013. Angka tersebut bertumbuh sebesar 41,93 persen dibanding total pembiayaan yang ditargetkan Rp3,1 triliun pada tahun ini.
Executive Vice President PNM Bambang Siswaja mengatakan, untuk mencapai target pembiayaan pada tahun depan, perseroan akan mencari sumber pendanaan dari pasar modal.
Salah satunya dengan menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan dengan total nilai emisi mencapai Rp1 triliun, yang akan diterbitkan dana dua tahap dengan nilai emisi masing-masing Rp500 miliar.
"Dana hasil obligasi untuk mengembangkan bisnis pembiayaan kredit sektor usaha kecil menengah dan koperasi (UKMK) pada tahun depan," kata dia di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Mengenai kinerja perseroan hingga penghujung tahun ini, Bambang menargetkan bisa mencetak pendapatan sebesar Rp800 miliar dan laba bersih Rp26 miliar. Hal ini ditopang dari kontribusi bisnis unit layanan modal mikro (ULaMM), yang mencapai diatas 20 persen dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).
Sementara untuk tahun depan, perseroan berharap bisa membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun, dengan laba bersih tumbuh 10 persen dibanding tahun ini.
Executive Vice President PNM Bambang Siswaja mengatakan, untuk mencapai target pembiayaan pada tahun depan, perseroan akan mencari sumber pendanaan dari pasar modal.
Salah satunya dengan menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan dengan total nilai emisi mencapai Rp1 triliun, yang akan diterbitkan dana dua tahap dengan nilai emisi masing-masing Rp500 miliar.
"Dana hasil obligasi untuk mengembangkan bisnis pembiayaan kredit sektor usaha kecil menengah dan koperasi (UKMK) pada tahun depan," kata dia di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Mengenai kinerja perseroan hingga penghujung tahun ini, Bambang menargetkan bisa mencetak pendapatan sebesar Rp800 miliar dan laba bersih Rp26 miliar. Hal ini ditopang dari kontribusi bisnis unit layanan modal mikro (ULaMM), yang mencapai diatas 20 persen dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).
Sementara untuk tahun depan, perseroan berharap bisa membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun, dengan laba bersih tumbuh 10 persen dibanding tahun ini.
(rna)
Lihat Juga :