Penangkaran kapas, Bantaeng siapkan lahan 10 ha
Selasa, 30 Oktober 2012 - 14:36 WIB
Penangkaran kapas, Bantaeng siapkan lahan 10 ha
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bantaeng berencana menyiapkan lahan seluas 10 hektar (Ha) untuk penangkaran kapas jenis Kharisma.
Menurut Kepala Bidang Budidaya Perkebunan Dishutbun Bantaeng Andi Wanar, lahan seluas itu baru masuk dalam tahap usulan, setelah uji coba pada lahan seluas 70 are di Desa Kaloling, Kecamatan Kecamatan Pa’jukukang dan hasilnya cukup memuaskan yakni sekitar 350 Kg kapas serat berbiji.
“Sehingga, kami menganggap itu sudah layak untuk dijadikan sebagai penangkaran nantinya, dan merupakan kerja sama dengan Badan Atom Nasional (Batan),” ungkap Wanar, saat ditemui di kantornya, Selasa (30/10/2012).
Menurut dia, tim dari Batan sendiri akan meninjau lokasi pada awal November mendatang. Jika nantinya penangkaran kapas tersebut berhasil, maka Bantaeng bisa memasok benih ke luar Sulsel. Hitungan sementara lahan seluas 10 Ha itu, akan menghasilkan 10 ribu Kg benih.
Lokasi yang dipilih di Kecamatan Tompo Bulu tersebut dianggap sudah sesaui, lantaran dekat dengan sumber mata air, sehingga tidak terlalu tergantung pada hujan. Mengenai waktu yang diperlukan selama masa tanam hingga panen, membutuhkan waktu antara 4-6 bulan.
Kadishutbun Bantaeng, Muhammad Hero menyebutkan, sebelumnya memang dilakukan uji coba Kapas Kharisma, yang semula nyaris gagal. Namun setelah hujan, kondisinya mulai membaik dan memberikan hasil yang cukup signifikan.
Apalagi, masa tanam hingga panenya, tidak memakan waktu yang cukup lama, sehingga dianggap selain bisa membantu petani, juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantaeng. Meskipun baru sebatas usulan, namun pihaknya optimistis dapat merealisasikan, program tersebut, karena sudah ada hasil ujicoba.
“Makanya kami sudah usulkan ke Dinas Perkebunan provinsi, karena kami anggap kapas ini sangat baik,” jelas Hero.
Sehingga, dengan adanya penangkaran kapas ini, nanti akan disebar. Sehingga Sulsel khususnya Bantaeng tidak lagi tergantung dengan kapas impor yang seebelumnya mencapai 99,3 persen.
Menurut Kepala Bidang Budidaya Perkebunan Dishutbun Bantaeng Andi Wanar, lahan seluas itu baru masuk dalam tahap usulan, setelah uji coba pada lahan seluas 70 are di Desa Kaloling, Kecamatan Kecamatan Pa’jukukang dan hasilnya cukup memuaskan yakni sekitar 350 Kg kapas serat berbiji.
“Sehingga, kami menganggap itu sudah layak untuk dijadikan sebagai penangkaran nantinya, dan merupakan kerja sama dengan Badan Atom Nasional (Batan),” ungkap Wanar, saat ditemui di kantornya, Selasa (30/10/2012).
Menurut dia, tim dari Batan sendiri akan meninjau lokasi pada awal November mendatang. Jika nantinya penangkaran kapas tersebut berhasil, maka Bantaeng bisa memasok benih ke luar Sulsel. Hitungan sementara lahan seluas 10 Ha itu, akan menghasilkan 10 ribu Kg benih.
Lokasi yang dipilih di Kecamatan Tompo Bulu tersebut dianggap sudah sesaui, lantaran dekat dengan sumber mata air, sehingga tidak terlalu tergantung pada hujan. Mengenai waktu yang diperlukan selama masa tanam hingga panen, membutuhkan waktu antara 4-6 bulan.
Kadishutbun Bantaeng, Muhammad Hero menyebutkan, sebelumnya memang dilakukan uji coba Kapas Kharisma, yang semula nyaris gagal. Namun setelah hujan, kondisinya mulai membaik dan memberikan hasil yang cukup signifikan.
Apalagi, masa tanam hingga panenya, tidak memakan waktu yang cukup lama, sehingga dianggap selain bisa membantu petani, juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantaeng. Meskipun baru sebatas usulan, namun pihaknya optimistis dapat merealisasikan, program tersebut, karena sudah ada hasil ujicoba.
“Makanya kami sudah usulkan ke Dinas Perkebunan provinsi, karena kami anggap kapas ini sangat baik,” jelas Hero.
Sehingga, dengan adanya penangkaran kapas ini, nanti akan disebar. Sehingga Sulsel khususnya Bantaeng tidak lagi tergantung dengan kapas impor yang seebelumnya mencapai 99,3 persen.
(gpr)
Lihat Juga :