Larangan ekspor picu penyelundupan rotan

Rabu, 31 Oktober 2012 - 08:39 WIB
Larangan ekspor picu...
Larangan ekspor picu penyelundupan rotan
A A A
Sindonews.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa penyelundupan bahan baku rotan saat ini semakin marak terjadi sejak pelarangan ekspor diberlakukan pada awal tahun ini.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Benny Wahyudi mengatakan, hal itu bisa terlihat dari semakin banyaknya pelaku penyelundupan yang ditangkap oleh Bea dan Cukai. Kemenperin mencatat, ekspor rotan olahan cenderung menurun tiap tahun sebelum adanya pelarangan ekspor.

Tahun 2007 mencapai USD367 juta, lalu menurun di tahun 2008 menjadi USD313 juta, USD224 juta di 2009, USD212 juta di 2010 dan USD168 juta pada tahun lalu.

Sebaliknya, pelarangan ekspor meningkatkan ekspor barang jadi rotan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2012, ekspor barang jadi rotan mencapai USD143,6 juta.

“Itu pelaku penyelundupan sudah banyak yang tertangkap, belum lagi yang tidak tertangkap,” kata Benny dalam acara Pameran Furnitur dan Produk Interior di Kemenperin, Jakarta kemarin.

Benny menjelaskan, kondisi yang fluktuatif tersebut perlu mendapat perhatian, baik dari pemerintah maupun para pelaku industri furnitur nasional. Lebih lanjut Benny mengatakan, saat ini jumlah desainer furnitur masih sedikit.

Selain itu, kemampuan desainer Indonesia juga masih terbatas. Padahal, daya saing produk lokal juga tergantung dari kemampuan para desainer. Untuk menyelesaikan hambatan di sektor furnitur, pemerintah menyusun kebijakan peningkatan daya saing produk nasional.

Sekjen Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia (Amkri) Abdul Sobur membantah apabila penyelundupan terjadi karena industri rotan dalam negeri tidak bisa menyerap bahan baku rotan sepenuhnya.

Menurutnya, industri sudah menyerap pasokan meski daya tahan industri tertekan akibat resesi ekonomi global. “Rotan kan lolos dengan berbagai cara. Kebijakan pelarangan ekspor bahan baku sudah tepat. Tinggal bagaimana pengamanannya ditingkatkan,” ujarnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Komisi IV DPR Dukung...
Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Rincian Pemangkasan...
Rincian Pemangkasan Anggaran Kementerian/Lembaga
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
2 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
2 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
11 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
12 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
12 jam yang lalu
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved