Kalbe Farma bukukan penjualan Rp9,69 T
Rabu, 31 Oktober 2012 - 08:45 WIB
Kalbe Farma bukukan penjualan Rp9,69 T
A
A
A
Sindonews.com – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan penjualan bersih senilai Rp9,694 triliun hingga kuartal III/2012, atau naik 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,69 triliun.
Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Vidjongtius mengatakan, penjualan mendorong naiknya laba bersih menjadi Rp1,243 triliun, atau naik 16,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,065 triliun.
“Selain disebabkan oleh adanya kontribusi penjualan dari yang lebih besar dari divisi distribusi dan logistik, pertumbuhan penjualan didorong oleh pertumbuhan volume yang kuat,“ ujar dia dalam siaran persnya kemarin.
Menurut Vidjongtius, divisi obat resep membukukan penjualan sebesar Rp2,412 triliun pada periode sembilan bulan tahun 2012, dan memberikan kontribusi sebesar 25 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011, divisi obat resep mencatat pertumbuhan sebesar 15,4 persen, yang terutama didukung pertumbuhan volume sebagai hasil pelaksanaan kegiatan pemasaran secara intensif untuk meningkatkan pangsa pasar.
Dia menjelaskan, pada periode sembilan bulan pertama tahun 2012, divisi produk kesehatan mencatat penjualan sebesar Rp1,609 triliun, atau setara dengan nilai kontribusi sebesar 17 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.
Divisi produk kesehatan, lanjut dia, mencatat pertumbuhan sebesar 9,5 persen dibandingkan dengan periode sembilan bulan pertama tahun 2011 sebesar Rp1,469 triliun. Peningkatan volume penjualan, perbaikan kinerja minuman energi dan peningkatan kontribusi produk baru merupakan faktor utama pendukung pertumbuhan penjualan divisi produk kesehatan.
Vidjongtius mengatakan, Kalbe akan melanjutkan strategi pengembangan minuman kesehatan siap saji yang memiliki potensi pertumbuhan yang baik dengan mengandalkan produk minuman air kelapa asli, Hydro Coco, dan minuman sari buah dan sayur, Tipco.
Langkah akuisisi atas PT Hale International pada triwulan kedua juga ditujukan untuk mempercepat ekspansi pada segmen minuman kesehatan siap saji. Menurutnya, untuk divisi nutrisi pada periode sembilan bulan pertama tahun 2012 mencatat penjualan sebesar Rp2,095 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 22 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.
Dibandingkan periode yang sama tahun 2011, divisi nutrisi mencatat pertumbuhan sebesar 15,9 persen, yang terutama didukung oleh pertumbuhan volume yang baik dan kebijakan peningkatan harga secara selektif.
Pada periode sembilan bulan pertama tahun 2012, divisi distribusi dan logistik membukukan penjualan sebesar Rp3,578 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 37 persen terhadap total penjualan bersih.
Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Vidjongtius mengatakan, penjualan mendorong naiknya laba bersih menjadi Rp1,243 triliun, atau naik 16,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,065 triliun.
“Selain disebabkan oleh adanya kontribusi penjualan dari yang lebih besar dari divisi distribusi dan logistik, pertumbuhan penjualan didorong oleh pertumbuhan volume yang kuat,“ ujar dia dalam siaran persnya kemarin.
Menurut Vidjongtius, divisi obat resep membukukan penjualan sebesar Rp2,412 triliun pada periode sembilan bulan tahun 2012, dan memberikan kontribusi sebesar 25 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011, divisi obat resep mencatat pertumbuhan sebesar 15,4 persen, yang terutama didukung pertumbuhan volume sebagai hasil pelaksanaan kegiatan pemasaran secara intensif untuk meningkatkan pangsa pasar.
Dia menjelaskan, pada periode sembilan bulan pertama tahun 2012, divisi produk kesehatan mencatat penjualan sebesar Rp1,609 triliun, atau setara dengan nilai kontribusi sebesar 17 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.
Divisi produk kesehatan, lanjut dia, mencatat pertumbuhan sebesar 9,5 persen dibandingkan dengan periode sembilan bulan pertama tahun 2011 sebesar Rp1,469 triliun. Peningkatan volume penjualan, perbaikan kinerja minuman energi dan peningkatan kontribusi produk baru merupakan faktor utama pendukung pertumbuhan penjualan divisi produk kesehatan.
Vidjongtius mengatakan, Kalbe akan melanjutkan strategi pengembangan minuman kesehatan siap saji yang memiliki potensi pertumbuhan yang baik dengan mengandalkan produk minuman air kelapa asli, Hydro Coco, dan minuman sari buah dan sayur, Tipco.
Langkah akuisisi atas PT Hale International pada triwulan kedua juga ditujukan untuk mempercepat ekspansi pada segmen minuman kesehatan siap saji. Menurutnya, untuk divisi nutrisi pada periode sembilan bulan pertama tahun 2012 mencatat penjualan sebesar Rp2,095 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 22 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.
Dibandingkan periode yang sama tahun 2011, divisi nutrisi mencatat pertumbuhan sebesar 15,9 persen, yang terutama didukung oleh pertumbuhan volume yang baik dan kebijakan peningkatan harga secara selektif.
Pada periode sembilan bulan pertama tahun 2012, divisi distribusi dan logistik membukukan penjualan sebesar Rp3,578 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 37 persen terhadap total penjualan bersih.
(rna)
Lihat Juga :