Tunggakan listrik DIY capai Rp6 M
Rabu, 31 Oktober 2012 - 16:02 WIB
Tunggakan listrik DIY capai Rp6 M
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah tunggakan tagihan pembayaran listrik di DIY per Oktober 2012 mencapai Rp6 milliar. Mayoritas tunggakan pajak berasal dari kalangan rumah tangga.
Karena itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memaksimalkan pemasangan meteran prabayar untuk menekan tunggakan pembayaran. Manager Area PLN Yogyakarta Subuh Isnandi mengatakan, secara rasio jumlah tunggakan masih cukup rendah.
Di DIY ada sekitar 852 ribu pelanggan, dengan nilai tagihan mencapai Rp114 milliar. Namun, yang menunggak hanya sekitar 6 persen saja. “Secara rasio ini masih rendah, dan kebanyakan dari rumah tangga” katanya di Yogyakarta, Rabu (31/10/2012).
PLN, ujarnya, telah aktif melakukan upaya menekan tunggakan ini. Setiap ada pelanggan menunggak sebulan, akan diberikan surat peringatan. Jika bulan kedua belum membayar, aliran listrik akan dihentikan. Puncaknya ketika sudah tiga bulan, meteran akan dicabut.
“Masyarakat sudah sadar membayar, makanya jarang yang dicabut,” tambahnya.
Guna mengantisipasi tunggakan bertambah, PLN menerapkan kebijakan baru. Setiap pemasangan baru diarahkan menggunakan meteran prabayar. Dengan cara ini, pelanggan akan lebih tertib menggunakan listrik agar aliran tidak padam secara otomatis.
Model ini, ujarnya, sangatlah menguntungkan masyarakat karena tidak ada biaya abonemen. Pelanggan tinggal mengatur penggunaan listriknya. Jika habis, juga banyak outlet yang menjual listrik layaknya jualan pulsa. “Kode angka (token) ini tinggal dimasukkan ke meteran seperti memasukkan pulsa,” tegasnya.
Karena itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memaksimalkan pemasangan meteran prabayar untuk menekan tunggakan pembayaran. Manager Area PLN Yogyakarta Subuh Isnandi mengatakan, secara rasio jumlah tunggakan masih cukup rendah.
Di DIY ada sekitar 852 ribu pelanggan, dengan nilai tagihan mencapai Rp114 milliar. Namun, yang menunggak hanya sekitar 6 persen saja. “Secara rasio ini masih rendah, dan kebanyakan dari rumah tangga” katanya di Yogyakarta, Rabu (31/10/2012).
PLN, ujarnya, telah aktif melakukan upaya menekan tunggakan ini. Setiap ada pelanggan menunggak sebulan, akan diberikan surat peringatan. Jika bulan kedua belum membayar, aliran listrik akan dihentikan. Puncaknya ketika sudah tiga bulan, meteran akan dicabut.
“Masyarakat sudah sadar membayar, makanya jarang yang dicabut,” tambahnya.
Guna mengantisipasi tunggakan bertambah, PLN menerapkan kebijakan baru. Setiap pemasangan baru diarahkan menggunakan meteran prabayar. Dengan cara ini, pelanggan akan lebih tertib menggunakan listrik agar aliran tidak padam secara otomatis.
Model ini, ujarnya, sangatlah menguntungkan masyarakat karena tidak ada biaya abonemen. Pelanggan tinggal mengatur penggunaan listriknya. Jika habis, juga banyak outlet yang menjual listrik layaknya jualan pulsa. “Kode angka (token) ini tinggal dimasukkan ke meteran seperti memasukkan pulsa,” tegasnya.
(rna)
Lihat Juga :