DPR tuding CEO PJI otak pailitnya Telkomsel
Rabu, 31 Oktober 2012 - 16:35 WIB
DPR tuding CEO PJI otak pailitnya Telkomsel
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Marzuki Alie menuding CEO PT Prima Jaya Informatika (PJI) Tonny Djayalaksana sebagai orang yang sengaja membuat skenario pemailitan beberapa perusahaan, di antaranya adalah Telkomsel.
"Ada indikasi Tonny Djajalaksana ini adalah sosok yang bermasalah. Ia terlibat dalam perkara korupsi Bachtiar Chamsyah," ujar Marzuki dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Sebelumnya, nama ini sempat disebut dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Bachtiar didakwa melakukan korupsi dengan cara memerintahkan atau mengarahkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pimpinan Bagian Proyek (Pimbagpro) untuk memenangkan pihak tertentu dalam pengadaan mesin jahit, sapi potong, dan kain sarung.
Salah satu pihak yang tercantum dalam dakwaan sebagai penerima keuntungan dari pengadaan mesin jahit, sapi potong, dan kain sarung itu adalah Tonny sebesar Rp1.554.214.400.
Selain itu, Tonny juga tercatat di Indramayu pada kurun 2006. Kasusnya adalah dugaan penyimpangan dana Rp2,4 miliar di PD Bumi Wiralodra Indramayu atau kerap disebut BWI-Gate.
Tonny waktu itu memakai bendera PT Atmadira Karya (AK) untuk menggarap proyek. Tonny menjadi terdakwa di PN Indramayu pada 18 Desember 2007.
Anggota DPR Komisi XI Edwin Kawilarang juga menyoroti reputasi Tonny yang dikatakan sudah dikenal tidak baik di dunia bisnis. Ia menilai ada mafia hukum yang ikut mempailitkan PT Telkomsel.
"Ini sebuah mafia yang harus diteliti. Itu harus diperjuangkan karena ada sesuatu yang tidak benar. Ini juga terjadi di kasus hukum kita," kata Edwin saat Rapat Dengar Pendapat Telkomsel dengan Komisi XI di Jakarta.
Edwin menilai putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang mengabulkan gugatan PT Prima Jaya Informatika yang mempailitkan Telkomsel tidak berdasar. Jika dilihat dari sisi hukum, maka pailit tersebut tidak tepat ditujukan pada Telkomsel.
"Ada indikasi Tonny Djajalaksana ini adalah sosok yang bermasalah. Ia terlibat dalam perkara korupsi Bachtiar Chamsyah," ujar Marzuki dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Sebelumnya, nama ini sempat disebut dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Bachtiar didakwa melakukan korupsi dengan cara memerintahkan atau mengarahkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pimpinan Bagian Proyek (Pimbagpro) untuk memenangkan pihak tertentu dalam pengadaan mesin jahit, sapi potong, dan kain sarung.
Salah satu pihak yang tercantum dalam dakwaan sebagai penerima keuntungan dari pengadaan mesin jahit, sapi potong, dan kain sarung itu adalah Tonny sebesar Rp1.554.214.400.
Selain itu, Tonny juga tercatat di Indramayu pada kurun 2006. Kasusnya adalah dugaan penyimpangan dana Rp2,4 miliar di PD Bumi Wiralodra Indramayu atau kerap disebut BWI-Gate.
Tonny waktu itu memakai bendera PT Atmadira Karya (AK) untuk menggarap proyek. Tonny menjadi terdakwa di PN Indramayu pada 18 Desember 2007.
Anggota DPR Komisi XI Edwin Kawilarang juga menyoroti reputasi Tonny yang dikatakan sudah dikenal tidak baik di dunia bisnis. Ia menilai ada mafia hukum yang ikut mempailitkan PT Telkomsel.
"Ini sebuah mafia yang harus diteliti. Itu harus diperjuangkan karena ada sesuatu yang tidak benar. Ini juga terjadi di kasus hukum kita," kata Edwin saat Rapat Dengar Pendapat Telkomsel dengan Komisi XI di Jakarta.
Edwin menilai putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang mengabulkan gugatan PT Prima Jaya Informatika yang mempailitkan Telkomsel tidak berdasar. Jika dilihat dari sisi hukum, maka pailit tersebut tidak tepat ditujukan pada Telkomsel.
(gpr)
Lihat Juga :