Rupiah diprediksi terganjal kinerja ekspor
Kamis, 01 November 2012 - 08:29 WIB
Rupiah diprediksi terganjal kinerja ekspor
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki awal bulan November 2012, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diproyeksi masih akan terganjal kinerja ekspor dan pengaruh dari kondisi ekonomi global.
"Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu kecemasan pelaku pasar terhadap dampak perlambatan ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia," kata kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada kepada Sindonews, Kamis (1/11/2012).
Seperti biasanya, di awal bulan akan dirilis data-data ekonomi Indonesia, terutama data inflasi dan ekspor-impor yang kemungkinan akan di bawah ekspektasi. "Meski surplus neraca perdagangan diprediksi membaik, tapi kinerja ekspor masih tetap lemah," lanjut Reza.
Kendati demikian, pelemahan rupiah diproyeksi akan tertahan setelah merespon hasil Euro Group Meeting yang akan mempertahankan Yunani di zona Euro.
"Pelemahan rupiah terbatas setelah pada Euro Group Meeting ada optimisme kalau Eropa memberikan sinyal bahwa Yunani akan tetap dipertahankan di zona Euro meski Yunani masih diselimuti ketidakpastian program penghematan yang disusun dapat lolos dari parlemen setelah ada salah satu partai pendukung pemerintah menolak," tutur Reza.
Sementara, inflasai diproyeksi berada di level -0,04 persen hingga 0,09 persen. "Kami perkirakan inflasi MoM (month to month) berada pada level -0,04 persen hingga 0,09 persen dengan pertimbangan tidak adanya lonjakan signifikan harga bahan pangan, listrik, dan BBM," ujarnya.
"Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu kecemasan pelaku pasar terhadap dampak perlambatan ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia," kata kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada kepada Sindonews, Kamis (1/11/2012).
Seperti biasanya, di awal bulan akan dirilis data-data ekonomi Indonesia, terutama data inflasi dan ekspor-impor yang kemungkinan akan di bawah ekspektasi. "Meski surplus neraca perdagangan diprediksi membaik, tapi kinerja ekspor masih tetap lemah," lanjut Reza.
Kendati demikian, pelemahan rupiah diproyeksi akan tertahan setelah merespon hasil Euro Group Meeting yang akan mempertahankan Yunani di zona Euro.
"Pelemahan rupiah terbatas setelah pada Euro Group Meeting ada optimisme kalau Eropa memberikan sinyal bahwa Yunani akan tetap dipertahankan di zona Euro meski Yunani masih diselimuti ketidakpastian program penghematan yang disusun dapat lolos dari parlemen setelah ada salah satu partai pendukung pemerintah menolak," tutur Reza.
Sementara, inflasai diproyeksi berada di level -0,04 persen hingga 0,09 persen. "Kami perkirakan inflasi MoM (month to month) berada pada level -0,04 persen hingga 0,09 persen dengan pertimbangan tidak adanya lonjakan signifikan harga bahan pangan, listrik, dan BBM," ujarnya.
(rna)