Indosat bukukan laba bersih Rp1,6 T
Kamis, 01 November 2012 - 08:35 WIB
Indosat bukukan laba bersih Rp1,6 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Indosat Tbk (ISAT) pada kuartal III tahun ini berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,63 triliun, naik 55,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,05 triliun.
Naiknya laba tersebut ditopang naiknya pendapatan usaha perseroan pada periode yang sama sebesar 7,6 persen menjadi Rp16,51 triliun dari Rp15,35 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Presiden Direktur Indosat & CEO Harry Sasongko mengatakan, pendapatan usaha perseroan sepanjang sembilan bulan tahun ini dikontribusi dari pendapatan selular sebesar Rp13,65 triliun, naik 8,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp12,58 triliun.
"Pendapatan nonselular sebesar Rp2,86 triliun, yang naik 3,1 persen dari kuartal III tahun lalu senilai Rp2,77 triliun," kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (31/10/2012) malam.
Pendapatan usaha selular meningkat didukung pertumbuhan pelanggan selular sebesar 7,8 persen menjadi Rp55,5 juta dari 51,5 juta pada kuartal III tahun lalu. Sedangkan, pelanggan internet Indosat menurun 0,8 persen menjadi 534,2 ribu dari 538,4 ribu pada kuartal III/2011 dan jumlah pelanggan fixed wireless acces (FWA) turun 28,6 persen menjadi 202,3 ribu dari 283,2 ribu pada kuartal III tahun lalu.
Pendapatan selular memberi kontribusi sebesar 83 persen, data teteap 13 persen dan telapon tetap 4 persen terhadap pendapatan usaha perseroan.
Sementara itu, naiknya pendapatan usaha perseroan seiring naiknya beban usaha sebesar 13,2 persen menjadi Rp14,63 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp12,93 triliun. Sedangkan, laba usaha tegerus 22,5 persen menjadi Rp1,88 triliun dari Rp2,42 triliun pada kuartal III/2011.
Ebitda naik 5,5 persen menjadi Rp7,65 triliun dari Rp7,25 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih per saham perseroan naik 55,5 persen menjadi Rp299,67 dari Rp192,73 per lembar saham pada akhir September 2011.
Peningkatan ini didorong pendapatan dari transaksi penjualan tower dan sewa kembali. Pada 2 Agustus 2012, perseroan telah menuntaskan penjualan sebanyak 2.500 menara ke PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan nilai mencapai USD406 juta.
Adapun jumlah base transceiver station (BTS) perseroan 2G dan 3G per akhir September tahun ini tercatat sebanyak 21.642, naik 15,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 18.776 BTS.
Naiknya laba tersebut ditopang naiknya pendapatan usaha perseroan pada periode yang sama sebesar 7,6 persen menjadi Rp16,51 triliun dari Rp15,35 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Presiden Direktur Indosat & CEO Harry Sasongko mengatakan, pendapatan usaha perseroan sepanjang sembilan bulan tahun ini dikontribusi dari pendapatan selular sebesar Rp13,65 triliun, naik 8,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp12,58 triliun.
"Pendapatan nonselular sebesar Rp2,86 triliun, yang naik 3,1 persen dari kuartal III tahun lalu senilai Rp2,77 triliun," kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (31/10/2012) malam.
Pendapatan usaha selular meningkat didukung pertumbuhan pelanggan selular sebesar 7,8 persen menjadi Rp55,5 juta dari 51,5 juta pada kuartal III tahun lalu. Sedangkan, pelanggan internet Indosat menurun 0,8 persen menjadi 534,2 ribu dari 538,4 ribu pada kuartal III/2011 dan jumlah pelanggan fixed wireless acces (FWA) turun 28,6 persen menjadi 202,3 ribu dari 283,2 ribu pada kuartal III tahun lalu.
Pendapatan selular memberi kontribusi sebesar 83 persen, data teteap 13 persen dan telapon tetap 4 persen terhadap pendapatan usaha perseroan.
Sementara itu, naiknya pendapatan usaha perseroan seiring naiknya beban usaha sebesar 13,2 persen menjadi Rp14,63 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp12,93 triliun. Sedangkan, laba usaha tegerus 22,5 persen menjadi Rp1,88 triliun dari Rp2,42 triliun pada kuartal III/2011.
Ebitda naik 5,5 persen menjadi Rp7,65 triliun dari Rp7,25 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih per saham perseroan naik 55,5 persen menjadi Rp299,67 dari Rp192,73 per lembar saham pada akhir September 2011.
Peningkatan ini didorong pendapatan dari transaksi penjualan tower dan sewa kembali. Pada 2 Agustus 2012, perseroan telah menuntaskan penjualan sebanyak 2.500 menara ke PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan nilai mencapai USD406 juta.
Adapun jumlah base transceiver station (BTS) perseroan 2G dan 3G per akhir September tahun ini tercatat sebanyak 21.642, naik 15,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 18.776 BTS.
(rna)
Lihat Juga :