Target penjualan sepeda motor meleset

Kamis, 01 November 2012 - 08:43 WIB
Target penjualan sepeda...
Target penjualan sepeda motor meleset
A A A
Sindonews.com - Penjualan sepeda motor nasional hingga akhir tahun ini diperkirakan hanya mencapai 7,1 unit, atau lebih rendah dari target 8,3 juta unit.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, melesetnya target tersebut karena terimbas kebijakan uang muka minimum 30 persen untuk kredit kendaraan bermotor melalui perbankan maupun lembaga pembiayaan.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan tersebut mulai diberlakukan pertengahan Juni 2012. AISI mencatat, total penjualan sepeda motor pada tahun lalu mencapai 8,01 juta unit.

Sedangkan, penjualan sepanjang Januari hingga September 2012 sudah mencapai 5,33 juta unit. Dia mengatakan, penjualan sebenarnya bisa tumbuh 10 persen setiap tahun bila tidak ada hambatan di tengah jalan. Bahkan, target penjualan 10 juta unit pada tahun depan juga harus mundur hingga 2016.

”Saat ini yang kami amati, pasar turun karena kebijakan uang muka.Uang muka ini buat pembeli sepeda motor sangat sensitif karena mereka rentan, sehingga membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk membeli. Uang muka untuk kredit motor ‘dihajar’ dua kali lipat sehingga (dampaknya) sangat terasa,” kata Gunadi dalam pembukaan Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2012, di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, karena penjualan turun, maka rencana ekspansi atau investasi yang akan dilakukan oleh para prinsipal sepeda motor terpaksa ditunda. Padahal, saat ini banyak calon investor di sektor automotif yang melirik Indonesia sebagai lokasi berinvestasi.

Potensi ekspansi yang tertahan dari saat ini hingga dua tahun mendatang sekitar 20–25 persen dari total kapasitas produksi sepeda motor sebesar 8,5 juta unit. Wakil Ketua Umum AISI Johannes Loman mengatakan, pemerintah sebaiknya mengeluarkan kebijakan secara bertahap, sehingga tidak mengagetkan.

Kendati demikian, Johannes masih optimistis penjualan sepeda motor nasional pada tahun depan akan kembali meningkat. ”Kalau dari kondisinya, kami melihat akan ada kenaikan dibandingkan tahun ini, kecuali kalau ada regulasi-regulasi yang sangat memberatkan,” kata Johannes.

Johannes yang juga menjabat Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) mengungkapkan, pihaknya belum memutuskan apakah akan merevisi penjualan hingga akhir tahun ini. Dia mengatakan, AHM masih mematok penjualan sesuai target awal, yakni sekitar 4,6 juta unit.

Data AISI menyebutkan, sepanjang Januari hingga September2012, penjualan sepeda motor Honda mencapai 3,07 juta unit. Sementara, Gunadi mengatakan bahwa selama ini AISI telah memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan-kebijakan yang ada untuk menghindari dampak negatif.

Menurut dia, para pelaku industri selama ini sudah berusaha keras meningkatkan pasar serta menarik investasi. Sehingga, pemerintah harus bisa mendukung itu melalui kebijakan yang sesuai.

”Saya kira dengan pengalaman sekarang ini,mudah-mudahan menjadi satu warning bahwa bakal ada dampak yang harus dihindari,” paparnya. Gunadi memperkirakan, pasar sepeda motor nasional tahun ini akan mencapai Rp120 triliun.

”Kontribusi kami terhadap PDB (produk domestik bruto) Rp120 triliun, baik dari motor, suku cadang dan bengkel. Kalau untuk investasi sekitar USD7 miliar. Itu belum termasuk 263 industri penunjang investasi, 80.000 dealer resmi penjualan, dan 3S (sales, service, sparepart),” ujarnya.

Adapun, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi menyampaikan, saat ini ada sekitar 263 industri sepeda motor di dalam negeri. Jumlah itu belum termasuk tier 2 dan 3. Jika tier tersebut dimasukkan, jumlahnya bisa mencapai 800 industri.

”Kapasitas (produksi) kita 8,5 juta unit,jadi kalau mau investasi bisa disesuaikan waktunya. Tahun depan lebih yakin,” kata Budi di tempat yang sama.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Automotif Mulai...
Industri Automotif Mulai Optimistis
Industri Automotif Nasional...
Industri Automotif Nasional Mulai Tumbuh
Optimisme Pasar Mobil...
Optimisme Pasar Mobil Domestik dan Ekspor Menggeliat Pada Kuartal IV
Tiga Tahun Menjabat,...
Tiga Tahun Menjabat, CEO Ford Memutuskan Undur Diri
Asa Insentif Industri...
Asa Insentif Industri Automotif di Tengah Pandemi Corona
Industri Automotif Nyatakan...
Industri Automotif Nyatakan Dukungan Kebijakan Euro 4
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
10 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved