Pendapatan negara bukan pajak masih rendah

Kamis, 01 November 2012 - 09:04 WIB
Pendapatan negara bukan...
Pendapatan negara bukan pajak masih rendah
A A A
Sindonews.com – Pendapatan negara dari sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diakui pemerintah belum maksimal.

Pertumbuhan PNBP bahkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan penerimaan perpajakan. Penerimaan perpajakan tumbuh signifikan, yakni dari hanya Rp491 triliun pada 2007 menjadi Rp873 triliun pada 2011. Sementara peningkatan PNBP relatif kecil, yakni dari Rp215,1 triliun pada 2007 menjadi Rp331,5 triliun pada 2011.

“Area yang perlu kita sikapi adalah PNBP yang memang dititipkan di kementerian/lembaga (K/L), apakah itu dari uang nikah atau pembuatan STNK jumlahnya belum mengalami peningkatan yang berarti,” tutur Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam acara Deklarasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi di Kementerian Keuangan, Jakarta kemarin.

Agus menjelaskan, salah satu faktor yang membuat realisasi PNBP tidak maksimal adalah belum tingginya kesadaran di antara K/L untuk menjalankan fungsinya sebagai pemungut PNBP. Rendahnya pendapatan PNBP menyebabkan negara masih harus menarik pinjaman luar negeri.

Sebagai catatan, selama 2007–2012 PNBP hanya menyumbang 28,9 persen dari total penerimaan dalam negeri dan tumbuh rata-rata 11,4 persen. PNBP terbesar diperoleh dari penerimaan sumber daya alam baik migas maupun nonmigas, bagian laba BUMN, pendapatan BLU (badan layanan umum) serta PNB lainnya yang tersebar di beberapa K/L.

Tujuh K/L yang menyetor PNBP terbesar adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kepolisian, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Badan Pertanahan Nasional, dan Kementerian Perhubungan.

“Kita perlu melakukan revisi undang-undang PNBP dan mengajak elemen media dan LSM agar pengawasan pemasukan di tiap kementerian bisa lebih akurat,” imbuhnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
8 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
8 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
9 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
9 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved