Emas dan perhiasan kontribusi terbesar inflasi
Kamis, 01 November 2012 - 13:36 WIB
Emas dan perhiasan kontribusi terbesar inflasi
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebutkan, inflasi Oktober 2012 sebesar 0,16 persen disebabkan oleh andil dari kelompok pengeluaran sandang, yaitu komoditas emas dan perhiasan. Komoditas ini memberikan andil sebesar 0,08 persen.
"Inflasi terbesar itu dari kelompok pengeluaran di sandang, yaitu emas dan perhiasan," ujar Suryamin di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Jika secara keseluruhan kelompok sandang pada Oktober 2012 mengalami inflasi 0,94, atau terjadi kenaikan indeks dari 141,19 pada september 2012, menjadi 142,52 pada Oktober 2012.
Pada data subkelompoknya pada Oktober 2012, seluruhnya mengalami inflasi. Subkelompok sandang laki-laki 0,03 persen, subkelompok sandang wanita 0,06 persen, sandang anak-anak 0,05 persen dan subkelompok barang pribadi dan sandang lain 2,08 persen.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,38 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,42 persen. Sementara itu, kelompok kesehatan 0,25 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,21 persen.
Sementara itu, kelompok yang mengalami deflasi, yakni kelompok bahan makanan 0,43 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen.
"Inflasi terbesar itu dari kelompok pengeluaran di sandang, yaitu emas dan perhiasan," ujar Suryamin di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Jika secara keseluruhan kelompok sandang pada Oktober 2012 mengalami inflasi 0,94, atau terjadi kenaikan indeks dari 141,19 pada september 2012, menjadi 142,52 pada Oktober 2012.
Pada data subkelompoknya pada Oktober 2012, seluruhnya mengalami inflasi. Subkelompok sandang laki-laki 0,03 persen, subkelompok sandang wanita 0,06 persen, sandang anak-anak 0,05 persen dan subkelompok barang pribadi dan sandang lain 2,08 persen.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,38 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,42 persen. Sementara itu, kelompok kesehatan 0,25 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,21 persen.
Sementara itu, kelompok yang mengalami deflasi, yakni kelompok bahan makanan 0,43 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen.
(rna)
Lihat Juga :