Harga gudeg pengaruhi kenaikan inflasi DIY
Kamis, 01 November 2012 - 14:28 WIB
Harga gudeg pengaruhi kenaikan inflasi DIY
A
A
A
Sindonews.com - Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada bulan Oktober sebesar 0,38 persen. Kenaikan inflasi ini dipengaruhi harga komoditas gudeg yang naik 12,41 persen dengan andil 0,11 persen.
"Gudeg memberikan andil inflasi tertinggi dengan 0,11 persen, disusul soto dengan andil 0,07 persen," tutur Kepala bidang Sarana Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Haryono pada paparan inflasi bulanan di kantor BPS, Yogyakarta, Kamis (1/11/12).
Kenaikan inflasi ini juga dipengaruhi kenaikan harga sewa rumah, daging ayam ras, jeruk dan beberapa komoditi sayuran. Sedangkan, komoditas yang memberikan andil negatif adalah kacang panjang dan pisang, dengan andil -0,04 persen.
selain itu, andil negatif juga berasal dari penurunan bawang putih, angkutan udara, gula dan beberapa komoditas lainnya. "Inflasi bulan ini mengalami kenaikan, karena bulan September hanya 0,19 persen," tuturnya.
Sementara itu, pada nilai tukar petani mengalami kenaikan 0,50 persen, dari september sebesar 117,3 menjadi 117,89. Sedangkan untuk harga gabah kering panen turun 0,38 persen.
"Gudeg memberikan andil inflasi tertinggi dengan 0,11 persen, disusul soto dengan andil 0,07 persen," tutur Kepala bidang Sarana Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Haryono pada paparan inflasi bulanan di kantor BPS, Yogyakarta, Kamis (1/11/12).
Kenaikan inflasi ini juga dipengaruhi kenaikan harga sewa rumah, daging ayam ras, jeruk dan beberapa komoditi sayuran. Sedangkan, komoditas yang memberikan andil negatif adalah kacang panjang dan pisang, dengan andil -0,04 persen.
selain itu, andil negatif juga berasal dari penurunan bawang putih, angkutan udara, gula dan beberapa komoditas lainnya. "Inflasi bulan ini mengalami kenaikan, karena bulan September hanya 0,19 persen," tuturnya.
Sementara itu, pada nilai tukar petani mengalami kenaikan 0,50 persen, dari september sebesar 117,3 menjadi 117,89. Sedangkan untuk harga gabah kering panen turun 0,38 persen.
(rna)
Lihat Juga :