Toyota akan relokasi industri ke Bantaeng
Kamis, 01 November 2012 - 14:50 WIB
Toyota akan relokasi industri ke Bantaeng
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan otomotif terkemuka Jepang, Toyota akan menjajaki kemungkinan relokasi industrinya ke Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Barat.
Sebagai tanda kemungkinan relokasi tersebut, sebanyak 35 orang petinggi perusahaan itu akan melihat kondisi Kabupaten Bantaeng.
"Mereka akan tiba di Bantaeng 13 November 2012 mendatang," ungkap Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bantaeng HM Yasin, Kamis (1/11/2012).
Lebih lanjut Yasin menyebutkan, selain pengusaha otomotif, rombongan dari Jepang itu juga mengikutsertakan pemilik industri herbal terkemuka negeri matahari terbit itu.
Perusahaan Enseki Aojiru Co.Ltd yang bermarkas di Kota Matsuyama itu juga bermaksud melebarkan usahanya ke Bantaeng karena bahan baku berupa sayuran yang cukup memungkinkan.
Pihaknya berharap, rencana industri ke daerah kabupaten berjuluk Butta Toa (tanah bersejarah) itu, bisa terwujud untuk menunjang pembangunan serta penyerapan tenaga kerja sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantaeng, khususnya dan Sulsel pada umumnya.
Lebih lanjut, kata Yasin, selain rencana sejumlah investor dari Jepang, saat ini sudah ada beberapa investasi yang berasal dari Jepang di Bantaeng, yakni investasi Jepang di Bantaeng dalam bentuk industri pengolahan ikan dan talas.
Kedua industri berbasis ekspor tersebut tetap menggunakan nama Bantaeng yaitu Satoimo Bantaeng untuk produk talas dan Surimi Bantaeng untuk produk ikan olahan.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya akan berusaha mendatangkan investor ke Bantaeng, dan mempermudah segala kebijakan mengenai investasi di Bantaeng, sehingga bisa menjadikan Bantaeng, sebagai pusat ekonomi di Selatan Sulsel.
Sebagai tanda kemungkinan relokasi tersebut, sebanyak 35 orang petinggi perusahaan itu akan melihat kondisi Kabupaten Bantaeng.
"Mereka akan tiba di Bantaeng 13 November 2012 mendatang," ungkap Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bantaeng HM Yasin, Kamis (1/11/2012).
Lebih lanjut Yasin menyebutkan, selain pengusaha otomotif, rombongan dari Jepang itu juga mengikutsertakan pemilik industri herbal terkemuka negeri matahari terbit itu.
Perusahaan Enseki Aojiru Co.Ltd yang bermarkas di Kota Matsuyama itu juga bermaksud melebarkan usahanya ke Bantaeng karena bahan baku berupa sayuran yang cukup memungkinkan.
Pihaknya berharap, rencana industri ke daerah kabupaten berjuluk Butta Toa (tanah bersejarah) itu, bisa terwujud untuk menunjang pembangunan serta penyerapan tenaga kerja sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantaeng, khususnya dan Sulsel pada umumnya.
Lebih lanjut, kata Yasin, selain rencana sejumlah investor dari Jepang, saat ini sudah ada beberapa investasi yang berasal dari Jepang di Bantaeng, yakni investasi Jepang di Bantaeng dalam bentuk industri pengolahan ikan dan talas.
Kedua industri berbasis ekspor tersebut tetap menggunakan nama Bantaeng yaitu Satoimo Bantaeng untuk produk talas dan Surimi Bantaeng untuk produk ikan olahan.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya akan berusaha mendatangkan investor ke Bantaeng, dan mempermudah segala kebijakan mengenai investasi di Bantaeng, sehingga bisa menjadikan Bantaeng, sebagai pusat ekonomi di Selatan Sulsel.
(gpr)
Lihat Juga :