Rupiah diprediksi tertekan data ekspor
Jum'at, 02 November 2012 - 08:44 WIB
Rupiah diprediksi tertekan data ekspor
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terus dipengaruhi sentimen dari dalam negeri terutama data ekspor yang masih negatif.
"Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu rilis kinerja ekspor Indonesia yang masih tetap lemah -9,35 persen dari sebelumnya -24,3 persen," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangannya kepada Sindonews, Jumat (2/10/2012).
Meski terlihat membaik, namun masih minus lantaran beberapa faktor masih mempengaruhi gerak rupiah, seperti inflasi Oktober juga mengalami peningkatan menjadi 0,16 persen, month to month (MoM) dari sebelumnya 0,01 persen. Laju inflasi year to date (YTD) 2012 sebesar 3,66 persen, dan laju inflasi year on year (YoY) sebesar 4,61 persen.
Selain itu, pelaku pasar juga dalam posisi wait and see terhadap data-data yang akan dirilis di AS, yang diperkirakan membaik.
"Meski demikian, pelemahan rupiah tertahan dari sentimen eksternal yang juga cukup positif terutama data-data China yang membaik," simpulnya.
"Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu rilis kinerja ekspor Indonesia yang masih tetap lemah -9,35 persen dari sebelumnya -24,3 persen," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangannya kepada Sindonews, Jumat (2/10/2012).
Meski terlihat membaik, namun masih minus lantaran beberapa faktor masih mempengaruhi gerak rupiah, seperti inflasi Oktober juga mengalami peningkatan menjadi 0,16 persen, month to month (MoM) dari sebelumnya 0,01 persen. Laju inflasi year to date (YTD) 2012 sebesar 3,66 persen, dan laju inflasi year on year (YoY) sebesar 4,61 persen.
Selain itu, pelaku pasar juga dalam posisi wait and see terhadap data-data yang akan dirilis di AS, yang diperkirakan membaik.
"Meski demikian, pelemahan rupiah tertahan dari sentimen eksternal yang juga cukup positif terutama data-data China yang membaik," simpulnya.
(rna)