Jumlah KHL, pengaruhi angka upah minimum

Jum'at, 02 November 2012 - 13:11 WIB
Jumlah KHL, pengaruhi...
Jumlah KHL, pengaruhi angka upah minimum
A A A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Banten Ratu Atut dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengaku jika hari ini mereka memantau dan mengikuti seluruh diskusi maupun rapat yang diadakan oleh dewan pengupahan masing-masing wilayah.

Hal ini diungkapkan oleh Muhaimin usai rapat koordinasi dengan tiga Gubernur tersebut di kantornya, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta pagi tadi.

"Hari-hari ini, para Gubernur dan kepala dinas, memantau dan mengikuti semua diskusi, rapat dan pembicaraan di dewan pengupahan masing-masing," kata Muhaimin di Jakarta, Jumat (2/11/2012).

Muhaimin sendiri juga menjelaskan jika dirinya dan tiga Gubernur yang ada, akan terus-menerus melakukan koordinasi agar penetapan upah di tiga provinsi tersebut bisa bersinergi. Sehingga surat keputusan yang dikeluarkan nanti merupakan SK yang baik dan mantap berdasarkan koordinasi itu.

"Yang kedua, kita akan terus-menerus berkoordinasi agar penetapan upah minimum Jawa Barat, Banten, juga DKI bisa bersinergi dan berkoordinasi. Sehingga terus-menerus nanti SK dikeluarkan melalui koordinasi yang baik, yang mantap. Yang sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan yang dibutuhkan," jelas Muhaimin.

Di sisi lain, Muhaimin juga mengatakan mereka bersepakat mengenai survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang nantinya akan dijadikan acuan untuk penetapan upah minimum pada penetapan yang akan dilakukan pada tanggal 20 November mendatang.

"Yang terakhir, kita juga bersepakat, selain survei KHL yang ada, kita juga akan mempertimbangkan berbagai faktor, sehingga dari jumlah KHL itu akan diputuskan angka ketetapan upah minimum pada penetapan kira-kira yang menjelang tanggal 20 atau pertengahan bulan inilah," tukas Muhaimin.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
24 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
24 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
39 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
45 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved