BEI : Pekan depan, jam perdagangan baru disosialisasikan

Jum'at, 02 November 2012 - 14:29 WIB
BEI : Pekan depan, jam...
BEI : Pekan depan, jam perdagangan baru disosialisasikan
A A A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) membenarkan kabar yang menyebutkan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan revisi aturan jam tertuang dalam peraturan Bursa nomor II-A tentang Perdagangan Efek sudah disahkan.

Menurut Direktur Perdagangan BEI Samsul Hidayat, skenario perubahan jam perdagangan tersebut akan mulai efektif disosialisasikan pada pekan depan, setelah pada hari Sabtu dan Minggu pekan ini, sekenario tersebut diujicobakan.

"Kita akan lakukan tes pada Sabtu atau Minggu. Sebelumnya juga kita sudah mempersiapkan kepada anggota bursa, kita adakan sosialisasi karena dengan adanya perubahan jam, maka culture kerja mereka juga berubah," ujar samsul di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/11/2012).

Pihak Bursa, diakui Samsul, telah melakukan pembicaraan dengan anggota bursa lainnya, meliputi sosialisasi perihal mekanisme post trading, penambahan jam, dan mekanisme pembentukannya. "Kita sudah komunikasikan ke semua ya," tandasnya.

Langkah selanjutnya, kata Samsul, BEI akan melakukan soft launching pemajuan jam perdagangan pada pertengahan Desember 2012, sementara grand launching akan dilakukan pada 2 Januari 2013.

Pada jam perdagangan baru, sesi 1 pre-opening berlangsung dari pukul 08.45 hingga 08.55 dan pasar secara resmi dibuka pukul 09.00. Pada sesi 2, pasar dibuka pada pukul 13.30–15.50 dan tidak ada pembentukan harga closing.

Pre-closing dilakukan pada pukul 15.55–16.00. Saat ini order dikumpulkan tanpa macthing trading. Mulai pukul 16.00–16.05 data closing didistribusi ke anggota bursa dan publik. Selanjutnya, pada pukul 16.05–16.15 merupakan post-trading, khususnya pada closing price. Pre-closing dan post-closing diberlakukan untuk menghindari manipulasi pasar dan meningkatkan likuiditas.

Adapun pelaksanaan pre-closing dan post-closing telah dilakukan di banyak negara. Salah satu bursa saham regional yang telah menggunakannya, yaitu bursa saham Hong Kong. Samsul berharap, perubahan jadwal perdagangan tersebut bisa meningkatkan perdagangan di luar Jakarta. Apalagi, saat ini hampir 90 persen perdagangan dilakukan di Jakarta dan sekitarnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
5 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
5 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
5 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
6 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
6 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
6 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved