Lalai soal Hambalang, SBY harusnya tegur Menkeu
Sabtu, 03 November 2012 - 14:33 WIB
Lalai soal Hambalang, SBY harusnya tegur Menkeu
A
A
A
Sindonews.com - Terkait kelalaian Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam proses persetujuan proyek Hambalang yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp243 miliar, Indonesian Corruption Watch (ICW) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melakukan evaluasi.
"Ya kita harus telusuri lagi sebenarnya persoalannya ada dimana dan dalam hal ini Presiden bisa ambil langkah itu, jadi dia melakukan evaluasi," ucap Anggota Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho seusai menghadiri acara Polemik Sindo Radio Network yang mengangkat tema "Hambalang Masih Ngambang" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (3/11/2012).
Menurut Emerson, evaluasi terhadap Menkeu penting untuk dilakukan agar kesalahan serupa yang menyebabkan negara rugi tidak terulang kembali. "Ini harus dievaluasi. Kalau Menkeu melakukan proses yang dianggap lalai, saya pikir ini harus jadi koreksi ke depan," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta Menkeu untuk tidak melempar kesalahan dengan menuding BPK membuat kesimpulan hasil audit yang tidak sinkron. "Jangan justru melihat kepada aspek yang lain, misalnya menyalahkan BPK seperti itu," tukas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai bahwa ada ketidaksinkronan dalam kesimpulan laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai proyek Hambalang yang mencantumkan dirinya. Dalam laporan tersebut, Agus disebut-sebut ikut bertanggung jawab atas proyek yang merugikan negara hingga Rp243 miliar itu.
"Ya kita harus telusuri lagi sebenarnya persoalannya ada dimana dan dalam hal ini Presiden bisa ambil langkah itu, jadi dia melakukan evaluasi," ucap Anggota Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho seusai menghadiri acara Polemik Sindo Radio Network yang mengangkat tema "Hambalang Masih Ngambang" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (3/11/2012).
Menurut Emerson, evaluasi terhadap Menkeu penting untuk dilakukan agar kesalahan serupa yang menyebabkan negara rugi tidak terulang kembali. "Ini harus dievaluasi. Kalau Menkeu melakukan proses yang dianggap lalai, saya pikir ini harus jadi koreksi ke depan," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta Menkeu untuk tidak melempar kesalahan dengan menuding BPK membuat kesimpulan hasil audit yang tidak sinkron. "Jangan justru melihat kepada aspek yang lain, misalnya menyalahkan BPK seperti itu," tukas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai bahwa ada ketidaksinkronan dalam kesimpulan laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai proyek Hambalang yang mencantumkan dirinya. Dalam laporan tersebut, Agus disebut-sebut ikut bertanggung jawab atas proyek yang merugikan negara hingga Rp243 miliar itu.
(gpr)
Lihat Juga :