Q3, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi 6,3%
Minggu, 04 November 2012 - 12:22 WIB
Q3, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi 6,3%
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah cukup percaya diri untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi 6,3 persen pada kuartal III (Q3) di tahun ini. Angka tersebut dianggap sudah sesuai sesuai target yang sudah diprediksi sebelumnya.
"Saya optimis target pertumbuhan ekonomi tidak akan meleset dari rencana semula, sekitar 6,3-6,4 persen," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam keterangan tertulis, Minggu (4/11/2012).
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh investasi yang masih terus tumbuh. Selain itu, kondisi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN), yang lebih baik dibanding kuartal sebelumnya serta konsumsi domestik yang terhitung cukup kuat.
"Daya konsumsi kita masih cukup kuat. Walau ekspor turun, tapi impor juga drop, sehingga neraca perdagangan kita juga positif," tambahnya.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di penghujung tahun ini berpotensi mencapai 6,4 persen. Sedangkan untuk tahun 2013, dia mengaku optimistis didukung membaiknya ekonomi dunia, yang diprediksi mampu tumbuh 3,9 persen.
"Setelah melambat tahun ini, tahun depan pertumbuhan ekonomi dunia akan membaik," ucap Hatta.
Negara maju dan berkembang, mampu bertumbuh masing-masing 1,9 persen dan 5,9 persen. Saat ini, negara-negara berkembang Asia sudah tumbuh kembali 7,5 persen diiringi perdagangan dunia yang tumbuh 5,1 persen.
Besok, rencananya Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III. Pada kuartal sebelumnya, diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan produk domestik bruto (PDB) mencapai 6,4 persen. Angka tersebut naik dibanding periode yang sama 2011 sebesar 6,3 persen.
Adapun secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I-2012 tumbuh 6,3 persen dari semester I-2011.
"Saya optimis target pertumbuhan ekonomi tidak akan meleset dari rencana semula, sekitar 6,3-6,4 persen," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam keterangan tertulis, Minggu (4/11/2012).
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh investasi yang masih terus tumbuh. Selain itu, kondisi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN), yang lebih baik dibanding kuartal sebelumnya serta konsumsi domestik yang terhitung cukup kuat.
"Daya konsumsi kita masih cukup kuat. Walau ekspor turun, tapi impor juga drop, sehingga neraca perdagangan kita juga positif," tambahnya.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di penghujung tahun ini berpotensi mencapai 6,4 persen. Sedangkan untuk tahun 2013, dia mengaku optimistis didukung membaiknya ekonomi dunia, yang diprediksi mampu tumbuh 3,9 persen.
"Setelah melambat tahun ini, tahun depan pertumbuhan ekonomi dunia akan membaik," ucap Hatta.
Negara maju dan berkembang, mampu bertumbuh masing-masing 1,9 persen dan 5,9 persen. Saat ini, negara-negara berkembang Asia sudah tumbuh kembali 7,5 persen diiringi perdagangan dunia yang tumbuh 5,1 persen.
Besok, rencananya Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III. Pada kuartal sebelumnya, diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan produk domestik bruto (PDB) mencapai 6,4 persen. Angka tersebut naik dibanding periode yang sama 2011 sebesar 6,3 persen.
Adapun secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I-2012 tumbuh 6,3 persen dari semester I-2011.
(rna)
Lihat Juga :