Badai Sandy picu menurunnya ICP
Minggu, 04 November 2012 - 15:18 WIB
Badai Sandy picu menurunnya ICP
A
A
A
Sindonews.com - Badai Sandy yang menimpa kawasan Amerika Serikat (AS) bagian utara ternyata menyebabkan penurunan harga minyak secara global. Pasalnya, badai tersebut juga menghentikan operasi sejumlah kilang di wilayah pantai timur AS.
Demikian disebutkan tim harga minyak Indonesia pada paparannya di situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Minggu (4/11/2012).
Tim harga minyak Indonesia menyebutkan, berdasarkan laporan dari International Energy Agency (IEA), stok minyak mentah komersial AS pada bulan oktober 2012 mencapai 375,1 juta barel atau meningkat sebesar 10,4 juta barel dibandingkan bulan sebelumnya atau ini lebih tinggi 33,4 juta barel dibandingkan rata-rata stok lima tahun terakhir.
Dengan stok yang banyak dan permintaan yang menurun, maka wajar saja jika harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) bulan Oktober 2012 tercatat turun USD 1,17 per barel menjadi USD 109,85 per barel.
”IEA merevisi proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2012 menjadi 89,67 juta barel per hari atau turun sebesar 0,11 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya karena perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang mengakibatkan rendahnya konsumsi bahan bakar,” kata tim harga minyak.
Selain itu, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh turunnya kegiatan manufaktur di China dalam dua bulan terakhir akibat belum pulihnya ekonomi Eropa dan turunnya nilai ekspor Jepang yang mengakibatkan defisit neraca perdagangan selama tiga bulan berturut-turut.
Demikian disebutkan tim harga minyak Indonesia pada paparannya di situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Minggu (4/11/2012).
Tim harga minyak Indonesia menyebutkan, berdasarkan laporan dari International Energy Agency (IEA), stok minyak mentah komersial AS pada bulan oktober 2012 mencapai 375,1 juta barel atau meningkat sebesar 10,4 juta barel dibandingkan bulan sebelumnya atau ini lebih tinggi 33,4 juta barel dibandingkan rata-rata stok lima tahun terakhir.
Dengan stok yang banyak dan permintaan yang menurun, maka wajar saja jika harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) bulan Oktober 2012 tercatat turun USD 1,17 per barel menjadi USD 109,85 per barel.
”IEA merevisi proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2012 menjadi 89,67 juta barel per hari atau turun sebesar 0,11 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya karena perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang mengakibatkan rendahnya konsumsi bahan bakar,” kata tim harga minyak.
Selain itu, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh turunnya kegiatan manufaktur di China dalam dua bulan terakhir akibat belum pulihnya ekonomi Eropa dan turunnya nilai ekspor Jepang yang mengakibatkan defisit neraca perdagangan selama tiga bulan berturut-turut.
(rna)
Lihat Juga :