Kembangkan pariwisata Jakarta dengan bus wisata
Senin, 05 November 2012 - 11:35 WIB
Kembangkan pariwisata Jakarta dengan bus wisata
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai Ibu Kota negara, Jakarta dipandang perlu mengembangkan sektor wisatanya melalui pendekatan transportasi. Meski ini bukan merupakan hal baru, namun terbukti cukup ampuh dalam praktiknya.
"Jakarta perlu mengembangkan potensi wisatanya dengan mengoperasikan bus tingkat wisata, seperti yang sudah dilakukan Jokowi (Gubernur DKI Joko Widodo) ketika menjabat Wali Kota Solo," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno kepada Sindonews, Senin (5/11/2012).
Untuk pengadaannya sendiri, kata Djoko, pemerintah daerah (pemda) tidak perlu mengalokasikan anggaran kusus dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tetapi bisa melalui kerja sama dengan pihak swasta.
"Pengadaan bus tersebut jangan menggunakan APBD DKI Jakarta, tapi bisa tawarkan pihak swasta, pasti ada yang mau," kata dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk teknisnya sendiri, pengoperasian armada pariwisata tersebut dapat dilakukan secara bertahap. Dimana, pada awal peluncurannya dapat dioperasikan pada akhir pekan, sebelum dapat dioperasikan setiap hari.
Langkah ini juga mengingat kondisi transportasi di DKI Jakarta yang masih terhambat masalah kemacetan. "Awalnya, tidak harus dioperasikan tiap hari, tapi tiap Sabtu dan minggu. Mengingat kemacetan Jakarta belum terurai," tandasnya.
Guna mendukung iklim pariwisata yang semakin baik di Jakarta, armada pariwisata tersebut bisa dihubungkan dengan berbagai titik objek wisata, seperti hotel dan taman hiburan. Hal ini telah diterapkan sejumlah negara di berbagai belahan dunia.
"Kota metropolitan dunia telah mengembangkan bus tingkat wisata yang tiap hari operasi. Bus tersebut dapat singgah di objek-objek wisata dan hotel-hotel bintang empat dan lima. Tarif terusan bisa untuk sehari atau tiga hari. Di Kuala Lumpur dioperasikan delapan armada bus tingkat dengan tarif sekitar Rp130 ribu/hari," papar Djoko.
"Jakarta perlu mengembangkan potensi wisatanya dengan mengoperasikan bus tingkat wisata, seperti yang sudah dilakukan Jokowi (Gubernur DKI Joko Widodo) ketika menjabat Wali Kota Solo," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno kepada Sindonews, Senin (5/11/2012).
Untuk pengadaannya sendiri, kata Djoko, pemerintah daerah (pemda) tidak perlu mengalokasikan anggaran kusus dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tetapi bisa melalui kerja sama dengan pihak swasta.
"Pengadaan bus tersebut jangan menggunakan APBD DKI Jakarta, tapi bisa tawarkan pihak swasta, pasti ada yang mau," kata dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk teknisnya sendiri, pengoperasian armada pariwisata tersebut dapat dilakukan secara bertahap. Dimana, pada awal peluncurannya dapat dioperasikan pada akhir pekan, sebelum dapat dioperasikan setiap hari.
Langkah ini juga mengingat kondisi transportasi di DKI Jakarta yang masih terhambat masalah kemacetan. "Awalnya, tidak harus dioperasikan tiap hari, tapi tiap Sabtu dan minggu. Mengingat kemacetan Jakarta belum terurai," tandasnya.
Guna mendukung iklim pariwisata yang semakin baik di Jakarta, armada pariwisata tersebut bisa dihubungkan dengan berbagai titik objek wisata, seperti hotel dan taman hiburan. Hal ini telah diterapkan sejumlah negara di berbagai belahan dunia.
"Kota metropolitan dunia telah mengembangkan bus tingkat wisata yang tiap hari operasi. Bus tersebut dapat singgah di objek-objek wisata dan hotel-hotel bintang empat dan lima. Tarif terusan bisa untuk sehari atau tiga hari. Di Kuala Lumpur dioperasikan delapan armada bus tingkat dengan tarif sekitar Rp130 ribu/hari," papar Djoko.
(rna)
Lihat Juga :