Pertumbuhan ekonomi RI Q3 hanya 6,17%
Senin, 05 November 2012 - 11:40 WIB
Pertumbuhan ekonomi RI Q3 hanya 6,17%
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III (Q3) yang diukur dari produk domestik bruto (PDB) tumbuh 6,17 persen. Angka itu turun dibanding triwulan II-2012 sebesar 6,4 persen.
"Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan di triwulan III sebesar 6,29 persen," kata Kepala BPS, Suryamin, di kantornya, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Secara nilai, besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2012 mencapai Rp2.122,8 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan 2.000 pada triwulan yang sama sebesar Rp671,5 triliun.
Pertumbuhan dari sisi produksi secara q to q, sektor pertanian peternakan kehutanan dan perikanan sebesar 6,15 persen. Pengangkutan dan komunikasi dan Industri pengolahan 3,99 persen "Ini pemakaian seluler dan sebagainya," jelas Suryamin.
Sedangkan untuk year to year (yoy), pengankutan dan komunikasi tumbuh 10,48 persen, konstruksi 7,98 persen dan keuangan, real estate dan jasa perusahaan 7,41 persen. "Karena memang cukup banyak pembangunan, aaprtmen, baik kelas menengah, rendah dan tinggi," pungkasnya.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian, peternakan dan kehutanan dan perikanan q to q sebesar 6,15 persen dan yoy sebesar 4,80 persen. Sementara itu, sektor pertambangan mendorong kebawah secara yoy -0,09 persen dan q to q 0,11 persen. "Pertambangan, ini mendorong kebawah, penurunan pertambangan migas," pungkasnya.
"Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan di triwulan III sebesar 6,29 persen," kata Kepala BPS, Suryamin, di kantornya, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Secara nilai, besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2012 mencapai Rp2.122,8 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan 2.000 pada triwulan yang sama sebesar Rp671,5 triliun.
Pertumbuhan dari sisi produksi secara q to q, sektor pertanian peternakan kehutanan dan perikanan sebesar 6,15 persen. Pengangkutan dan komunikasi dan Industri pengolahan 3,99 persen "Ini pemakaian seluler dan sebagainya," jelas Suryamin.
Sedangkan untuk year to year (yoy), pengankutan dan komunikasi tumbuh 10,48 persen, konstruksi 7,98 persen dan keuangan, real estate dan jasa perusahaan 7,41 persen. "Karena memang cukup banyak pembangunan, aaprtmen, baik kelas menengah, rendah dan tinggi," pungkasnya.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian, peternakan dan kehutanan dan perikanan q to q sebesar 6,15 persen dan yoy sebesar 4,80 persen. Sementara itu, sektor pertambangan mendorong kebawah secara yoy -0,09 persen dan q to q 0,11 persen. "Pertambangan, ini mendorong kebawah, penurunan pertambangan migas," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :