Sofyan prioritaskan kinerja dibanding urus pemerasan

Senin, 05 November 2012 - 16:39 WIB
Sofyan prioritaskan...
Sofyan prioritaskan kinerja dibanding urus pemerasan
A A A
Sindonews.com - Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil tidak mau ambil pusing dengan tindakan oknum pemeras yang sering kali meminta jatah kepada Kementerian BUMN sewaktu dirinya menjabat sebagai menteri.

Pasalnya, dirinya lebih mementingkan kinerja dibandingkan sibuk untuk mencari para oknum pegawai BUMN yang memberikan upeti kepada para anggota DPR seperti yang terjadi pada saat pemerintahan Dahlan Iskan saat ini.

“Laporan anak buah soal upeti waktu saya menjabat tidak ada karena orientasi saya adalah kinerja. Bagaimana kinerja mereka bisa bagus. Karena tugas utama BUMN adalah mendulang keuntungan. Kalau kinerjanya bagus, ya tidak masalah. Tapi kemudian melakukan itu (kasih upeti) karena lingkungan yang brengsek. Ini kan lingkungan yang buruk sekali,“ kata Sofyan usai bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/11/2012).

Sofyan pun mengatakan, pada jamannya, pihaknya tidak pernah mendapatkan laporan ataupun aduan mengenai adanya tindakan pemerasan tersebut. Pasalnya, dia mengaku tidak mau repot mengurusi permasalahan yang bukan menjadi wewenangnya.

“Walaupun saya sendiri waktu masih menjabat tidak pernah ada laporan seperti itu. Tapi kalau anak buah saya ada yang melakukan, ya saya tidak tahu. Karena saya menteri, bukan ketua KPK. Kalau saya ketua KPK lain soal,“ jelasnya.

Ditambahkan Sofyan, kegiatan pemerasan tersebut memang sudah lumrah terjadi. Hal tersebut sendiri diakui sebagai pelancar untuk pemenangan tender proyek BUMN.

“Kalau main kotor, semua orang pasti terlibat. Misal ada 10 BUMN, dua tidak kasih sogok, yang lain kasih, nah yang dua ini tersisihkan. Atau misalkan, saat bersaing dengan swasta, BUMN tidak kasih, swasta kasih, BUMN kalah,“ tegasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
1 jam yang lalu
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
2 jam yang lalu
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
3 jam yang lalu
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
3 jam yang lalu
Infografis
Rusia: UNICEF Anggap...
Rusia: UNICEF Anggap Anak Gaza Kurang Penting Dibanding Anak Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved