Tjahjo Kumolo : Jika memeras, laporkan ke KPK

Senin, 05 November 2012 - 17:02 WIB
Tjahjo Kumolo : Jika...
Tjahjo Kumolo : Jika memeras, laporkan ke KPK
A A A
Sindonews.com - Sekjen PDI-P, Tjahjo Kumolo menyarankan Direktur Utama (Dirut) Merpati untuk melaporkan ke Polisi atau Badan Kehormatan (BK) atas dugaan pemerasan oleh oknum DPR.

Sebelumnya Dirut Merpati, Rudi S. Purnomo melaporkan bahwa anggota Komisi XI FPDI-P, Sumaryoto, diduga melakukan pemerasan sebesar Rp18 miliar terhadap perusahaannya.

"Dirut Merpati harus segara lapor saja ke Polisi, KPK dan ke BK DPR atas info pemerasan. Kan nanti diusut, diklarifikasi dan dikonfrontir masalahnya oleh BK dan Polisi. Sebagai pimpinan Partai, ya kami menunggu keputusan tersebut," ujar Tjahjo ketika dihubungi wartawan Senin (5/11/2012).

Soal munculnya isu pemerasan kepada BUMN dan munculnya inisial yang beredar, dinilai Tjahjo, sejak awal dia sudah menyampaikan kepada Ketua BK untuk menyebutkan oknum tanpa inisial.

"Sebutkan fraksi mana, komisi berapa, dan BUMN apa yang diperasnya. Jadi biar terbuka, jangan menimbulkan keresahan, teka-teki dan isu fitnah di lembaga DPR dan pemerintahan. Jadi, harus ada yang bertanggung jawab," ujar Tjahjo.

Dikatakannya juga, penyebutan oknum harus terbuka dan tidak tebang pilih. "Bongkar semuanya! BUMN juga harus sebutkan siapa yang pernah memeras atau meminta uang mulai saat Pileg 2009 dan Pilpres yang lalu. Jadi, BUMN tersebut juga harus fair," tegasnya.

Menurutnya, PDI-P tidak pernah memerintahkan anggota fraksi untuk melakukan pemerasan tersebut.

"Ini pidana, maka Bola ditangan BUMN dan Menteri BUMN. Sekarang saatnya bongkar siapa yang pernah memeras BUMN. Kapan, untuk apa, dan BUMN mana. Katanya Direksi BUMN sekarang profesional semua, ya harus profesional lah cara mengungkapkan adanya pemerasan tersebut," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
23 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
34 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved