Dahlan cari muka? Masyarakat yang menilai
Selasa, 06 November 2012 - 10:12 WIB
Dahlan cari muka? Masyarakat yang menilai
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengungkap dua nama oknum anggota DPR yang diduga memeras BUMN. Hal ini jauh dari pernyataan awal Dahlan yang mengatakan ada 10 nama oknum DPR pemeras yang sudah dikantongi Dahlan.
Anggota Komisi V DPR, Teguh Juwarno, mendorong Dahlan untuk melaporkan semua yang memang bertanggungjawab dalam pemerasan tersebut. Menurutnya, Dahlan tidak perlu menutupi oknum DPR pemeras lainnya.
"Padahal kemarin ada 10 nama, kemudian SMS beredar 18 nama. Nama-nama inisial yang sudah disebutkan ini sudah tercemar nama baiknya. Saya kira kita dorong untuk membuka semuanya. Agar tidak seolah-olah, menutupi niat baik hanya untuk pencitraan," jelasnya di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (5/11/2012) malam.
Namun, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN ini mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Dahlan untuk membuka nama pemeras BUMN selama ini. "Ada itikad untuk melakukan koreksi terhadap tata kelola yang tidak benar di DPR. Karena, bagi kami tidak menutup mata mungkin ada oknum DPR yang bermain," jelas dia.
Dia melanjutkan, pernyataaan yang dilakukan Dahlan memang terkesan pencitraan. Namun, dia menyerahkan semua itu kepada masyarakat. "Itu publik yang akan menilai, tapi yang jelas setiap orang punya hak keinginan ke depan mau jadi apa? Bahkan, di sisi lain, kita mendorong direksi BUMN untuk terbuka. Seperti penggunaan dana 2009 yang katanya buat Pilpres, bongkar saja," katanya.
Menurutnya, jika semua Direksi dan Menteri BUMN berani membongkar upaya pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan milik negara ini, maka ke depannya sistem transparansi menjadi hal yang harus dilakukan setiap kementrian. "Kita bisa memulai kehidupan baru yang terbebas dari peras memeras," tukas dia.
Anggota Komisi V DPR, Teguh Juwarno, mendorong Dahlan untuk melaporkan semua yang memang bertanggungjawab dalam pemerasan tersebut. Menurutnya, Dahlan tidak perlu menutupi oknum DPR pemeras lainnya.
"Padahal kemarin ada 10 nama, kemudian SMS beredar 18 nama. Nama-nama inisial yang sudah disebutkan ini sudah tercemar nama baiknya. Saya kira kita dorong untuk membuka semuanya. Agar tidak seolah-olah, menutupi niat baik hanya untuk pencitraan," jelasnya di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (5/11/2012) malam.
Namun, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN ini mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Dahlan untuk membuka nama pemeras BUMN selama ini. "Ada itikad untuk melakukan koreksi terhadap tata kelola yang tidak benar di DPR. Karena, bagi kami tidak menutup mata mungkin ada oknum DPR yang bermain," jelas dia.
Dia melanjutkan, pernyataaan yang dilakukan Dahlan memang terkesan pencitraan. Namun, dia menyerahkan semua itu kepada masyarakat. "Itu publik yang akan menilai, tapi yang jelas setiap orang punya hak keinginan ke depan mau jadi apa? Bahkan, di sisi lain, kita mendorong direksi BUMN untuk terbuka. Seperti penggunaan dana 2009 yang katanya buat Pilpres, bongkar saja," katanya.
Menurutnya, jika semua Direksi dan Menteri BUMN berani membongkar upaya pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan milik negara ini, maka ke depannya sistem transparansi menjadi hal yang harus dilakukan setiap kementrian. "Kita bisa memulai kehidupan baru yang terbebas dari peras memeras," tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :