Priyo dukung, asal Dahlan tidak bengkok-bengkok
Selasa, 06 November 2012 - 11:14 WIB
Priyo dukung, asal Dahlan tidak bengkok-bengkok
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Priyo Budi Santoso mendukung langkah Dahlan Iskan selama Dahlan tidak hanya mencari sensasi.
"Saya mendorong niat pak Dahlan untuk mengungkap dan membuka siapa-siapa yang memalak BUMN, silakan, ada kalangan pejabat istana ungkap juga untuk adilnya, ada Menteri silakan ungkap juga. Kalau gitu soalnya lebih baik ngga usah bengkok-bengkok tapi langsung sampaikan. Lebih bagus ke fraksi yang bersangkutan. Kalau benar-benar ada aspek penyuapan atau memeras bisa saja diam-diam diserahkan ke KPK itu jauh lebih produktif," ujar Priyo saat dihubungi wartawan, Selasa (6/11/2012).
Menurut politisi Golkar ini, apa yang disampaikan Dahlan Iskan tidak seheboh dengan isu yang beliau sampaikan selama dua minggu yang menenggelamkan Gedung DPR ini. Priyo menyarankan Dahlan Iskan untuk langsung melapor ke KPK jika memang ada yang bersalah.
"Lebih baik Pak Dahlan lebih wise dan wisdom kalau benar-benar melanggar hukum laporkan saja ke KPK, ke Kejaksaan Agung, ke penegak hukum. Jangan bengkok-bengkok sampai ndoyo heboh-hebohnya seluruh dunia tapi ternyata cuma mak kletis," tambahnya.
Priyo mengingatkan Dahlan untuk berhati-hati dalam berbicara. Karena dinilainya penyataan Dahlan akan menimbulkan resonansi yang besar.
"Jangan malah menambah kegaduhan yang tidak perlu dan malah jadi hubungan yang tidak enak antara legislatif bahkan juga dengan istana Presiden. Karena ada inisial yg bertebaran membuat fraksi bertanya. Rupanya pejabat negara itu mulutmu harimaumu," pungkasnya.
Priyo mendorong agar kasus ini segera dilaporkan ke KPK jika memang ada yang terbukti bersalah. "Tergantung derajat kesalahannya kalau kesalahannya fatal dan dianggap memeras itu bisa diproses ke KPK kalau etika itu di BK dan yang bersangkutan bisa diberi sanksi termasuk yang terbesar bisa diberhentikan dari DPR. Saya termasuk mendorong penuh agar masalah ini segera clear," kata Priyo.
Disinggung terkait kader Golkar yang diduga menjadi salah satu oknum pemeras BUMN, Priyo mengatakan masih menunggu penjelasan dan pandangan dari BK.
"Saya mendorong niat pak Dahlan untuk mengungkap dan membuka siapa-siapa yang memalak BUMN, silakan, ada kalangan pejabat istana ungkap juga untuk adilnya, ada Menteri silakan ungkap juga. Kalau gitu soalnya lebih baik ngga usah bengkok-bengkok tapi langsung sampaikan. Lebih bagus ke fraksi yang bersangkutan. Kalau benar-benar ada aspek penyuapan atau memeras bisa saja diam-diam diserahkan ke KPK itu jauh lebih produktif," ujar Priyo saat dihubungi wartawan, Selasa (6/11/2012).
Menurut politisi Golkar ini, apa yang disampaikan Dahlan Iskan tidak seheboh dengan isu yang beliau sampaikan selama dua minggu yang menenggelamkan Gedung DPR ini. Priyo menyarankan Dahlan Iskan untuk langsung melapor ke KPK jika memang ada yang bersalah.
"Lebih baik Pak Dahlan lebih wise dan wisdom kalau benar-benar melanggar hukum laporkan saja ke KPK, ke Kejaksaan Agung, ke penegak hukum. Jangan bengkok-bengkok sampai ndoyo heboh-hebohnya seluruh dunia tapi ternyata cuma mak kletis," tambahnya.
Priyo mengingatkan Dahlan untuk berhati-hati dalam berbicara. Karena dinilainya penyataan Dahlan akan menimbulkan resonansi yang besar.
"Jangan malah menambah kegaduhan yang tidak perlu dan malah jadi hubungan yang tidak enak antara legislatif bahkan juga dengan istana Presiden. Karena ada inisial yg bertebaran membuat fraksi bertanya. Rupanya pejabat negara itu mulutmu harimaumu," pungkasnya.
Priyo mendorong agar kasus ini segera dilaporkan ke KPK jika memang ada yang terbukti bersalah. "Tergantung derajat kesalahannya kalau kesalahannya fatal dan dianggap memeras itu bisa diproses ke KPK kalau etika itu di BK dan yang bersangkutan bisa diberi sanksi termasuk yang terbesar bisa diberhentikan dari DPR. Saya termasuk mendorong penuh agar masalah ini segera clear," kata Priyo.
Disinggung terkait kader Golkar yang diduga menjadi salah satu oknum pemeras BUMN, Priyo mengatakan masih menunggu penjelasan dan pandangan dari BK.
(gpr)
Lihat Juga :