Pemerintah pastikan belanja Q4 positif
Selasa, 06 November 2012 - 11:35 WIB
Pemerintah pastikan belanja Q4 positif
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menyatakan belanja pemerintah di triwulan IV (Q4) akan lebih tinggi dibandingkan priode yang sama tahun 2011. Belanja ini diketahui akan sangat berpengaruh untuk menopang pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.
"Saya belum lihat paling terakhir datanya, tapi kami lihat lebih tinggi dibandingkan akhir tahun lalu," ujar Mahendra di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Akan tetapi, lanjutnya, untuk mendorong pertumbuhan tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah. Namun juga investasi yang akan berdampak pada peningkatan kapasitas produksi.
"Tapi investasinya itu yang akan meningkatkan kapasitas produksi ke depan. Jadi dilihatnya sebagai fungsi investasi yang mendorong multiplayer," jelasnya.
Mahendra belum dapat menyebutkan angka pasti sisa belanja pemerintah. Namun, hingga pertengahan Oktober belanja tersebut sudah mencapai 50 persen secara keseluruhan.
"Saya mesti lihat lagi, mestinya angka awal November sudah keluar. Saya belum lihat saya masih pegang yang pertengahan Oktober memang baru sekitar 50 persen," pungkasnya.
"Saya belum lihat paling terakhir datanya, tapi kami lihat lebih tinggi dibandingkan akhir tahun lalu," ujar Mahendra di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Akan tetapi, lanjutnya, untuk mendorong pertumbuhan tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah. Namun juga investasi yang akan berdampak pada peningkatan kapasitas produksi.
"Tapi investasinya itu yang akan meningkatkan kapasitas produksi ke depan. Jadi dilihatnya sebagai fungsi investasi yang mendorong multiplayer," jelasnya.
Mahendra belum dapat menyebutkan angka pasti sisa belanja pemerintah. Namun, hingga pertengahan Oktober belanja tersebut sudah mencapai 50 persen secara keseluruhan.
"Saya mesti lihat lagi, mestinya angka awal November sudah keluar. Saya belum lihat saya masih pegang yang pertengahan Oktober memang baru sekitar 50 persen," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :