Pertamina akan dirikan 2 anak usaha baru
Selasa, 06 November 2012 - 16:52 WIB
Pertamina akan dirikan 2 anak usaha baru
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Pertamina) mengumumkan rencana pemisahan (spin off) Unit Bisnis Pelumas (Pertamina Lubricants) dan sebagian kegiatan Fungsi Shipping (Pertamina Shipping) menjadi anak perusahaan.
Langkah ini merupakan bagian dari usaha menjadi World Class Energy Company. Dengan pemisahan ini, keduanya diharapkan bisa lebih fokus menggarap potensi dan prospek bisnis yang dimilikinya sehingga dapat memberikan kontribusi lebih kuat bagi Pertamina.
"Rencana pemisahan (spin off) ini sesuai dengan strategi jangka panjang perusahaan. Kami berharap keduanya akan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan untuk mencapai visi menjadi World Class Energy Company," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Ali mengungkapkan, Pertamina Lubricants kedepan diharapkan terus mempertahankan penguasaan pangsa pasar domestik sebesar 60 persen dan menjadi top 20 besar perusahaan pelumas dunia pada 2015 dengan total volume penjualan 700.000 KL.
"Penguasaan pangsa pasar domestik lebih dari separuh dari potensi yang tersedia, tidak pernah terjadi di negara pun di dunia. Ke depan, Pertamina melalui Pertamina Lubricants bertekad untuk terus meningkatkan penetrasi pasar, baik domestik maupun ekspor melalui produk-produk pelumas middle-low atau pun top tier yang telah diproduksi perusahaan," jelasnya.
Sementara itu, semakin besarnya permintaan energi di pasar global dan domestik, serta regulasi pelayaran yang semakin mendukung lingkungan bisnis, menjadi faktor penting bagi pembentukan Pertamina Shipping yang akan fokus bergerak pada pengembangan bisnis angkutan gas (LPG dan LNG), FSO/FPSO, dan oil tanker berukuran medium ke atas.
Pertamina Shipping, lanjut Ali, akan membangun pasar di sektor perkapalan global dengan target awal pengembangan pasar di internal Pertamina dan anak perusahaan lainnya, seperti PT Pertamina Hulu Energy, PT Pertamina EP, Petral, dan PT Pertamina Gas, dan sebagainya.
“Pertamina Shipping akan fokus menangkap peluang tersebut khususnya untuk bisnis pengangkutan gas dan oil tanker kelas medium ke atas," tutupnya.
Langkah ini merupakan bagian dari usaha menjadi World Class Energy Company. Dengan pemisahan ini, keduanya diharapkan bisa lebih fokus menggarap potensi dan prospek bisnis yang dimilikinya sehingga dapat memberikan kontribusi lebih kuat bagi Pertamina.
"Rencana pemisahan (spin off) ini sesuai dengan strategi jangka panjang perusahaan. Kami berharap keduanya akan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan untuk mencapai visi menjadi World Class Energy Company," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Ali mengungkapkan, Pertamina Lubricants kedepan diharapkan terus mempertahankan penguasaan pangsa pasar domestik sebesar 60 persen dan menjadi top 20 besar perusahaan pelumas dunia pada 2015 dengan total volume penjualan 700.000 KL.
"Penguasaan pangsa pasar domestik lebih dari separuh dari potensi yang tersedia, tidak pernah terjadi di negara pun di dunia. Ke depan, Pertamina melalui Pertamina Lubricants bertekad untuk terus meningkatkan penetrasi pasar, baik domestik maupun ekspor melalui produk-produk pelumas middle-low atau pun top tier yang telah diproduksi perusahaan," jelasnya.
Sementara itu, semakin besarnya permintaan energi di pasar global dan domestik, serta regulasi pelayaran yang semakin mendukung lingkungan bisnis, menjadi faktor penting bagi pembentukan Pertamina Shipping yang akan fokus bergerak pada pengembangan bisnis angkutan gas (LPG dan LNG), FSO/FPSO, dan oil tanker berukuran medium ke atas.
Pertamina Shipping, lanjut Ali, akan membangun pasar di sektor perkapalan global dengan target awal pengembangan pasar di internal Pertamina dan anak perusahaan lainnya, seperti PT Pertamina Hulu Energy, PT Pertamina EP, Petral, dan PT Pertamina Gas, dan sebagainya.
“Pertamina Shipping akan fokus menangkap peluang tersebut khususnya untuk bisnis pengangkutan gas dan oil tanker kelas medium ke atas," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :