Produk bahan bangunan bisa tembus UAE
Rabu, 07 November 2012 - 09:49 WIB
Produk bahan bangunan bisa tembus UAE
A
A
A
Sindonews.com - Produk bahan bangunan asal Indonesia diyakini bisa menembus pasar negaranegara yang tergabung dalam Uni Emirat Arab (Uni Arab Emirates/UAE), jika pasar di negara-negara tersebut digarap maksimal. Saat ini UAE masih menempati posisi ke-19 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia.
Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Pradnyawati mengatakan, ekspor nonmigas Indonesia ke negara-negara UAE tahun lalu mencapai USD1,7 miliar (sekitar Rp11,7 triliun). Sepanjang 2011 Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar USD1,3 miliar karena impor dari UAE hanya senilai USD318,96 juta.
Menurut data dari Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) produk impor UAE dari Indonesia yang terbesar antara lain produk manufaktur, automotif, pertanian, makanan, bahan kimia, mesin dan peralatan transportasi.
”Rencananya kita akan terus menggenjot peningkatan pasar produk Indonesia di UAE, termasuk mencari pasar bagi bahan bangunan produksi Indonesia,” ujarnya di Jakarta kemarin.
Untuk itu, Indonesia berpartisipasi pada pameran The Big Five Show 2012 yang diselenggarakan di Dubai International Exhibition and Convention Centre, Dubai, pada 5-8 November 2012.
Pameran ini menurutnya adalah bentuk lanjutan komitmen Indonesia untuk meningkatkan citra produk karya anak bangsa melalui bahan bangunan.
Pradnyawati menambahkan, The Big Five Show adalah pameran bahan bangunan terbesar di kawasan Timur Tengah. Selama lebih dari 30 tahun pameran ini dikunjungi pembeli dari seluruh Timur Tengah khususnya produk bangunan dan konstruksi.
Pameran ini dikunjungi lebih dari 35.000 pembeli dari 80 negara yang terdiri dariarsitek, insinyur, kontraktor, intelektual, pengembang, importir dan distributor. Pameran ini diikuti lebih dari 2.300 peserta dari 65 negara dan terdiri dari 33 paviliun.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan menegaskan bahwa Indonesia akan terus berupaya meningkatkan volume ekspor di tengah krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Untuk itu pemerintah akan mencari pasar-pasar baru yang potensial untuk mengembangkan ekspor. ”Tidak tertutup kemungkinan ke kawasan selatan, UAE dan Afrika Selatan,” katanya.
Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Pradnyawati mengatakan, ekspor nonmigas Indonesia ke negara-negara UAE tahun lalu mencapai USD1,7 miliar (sekitar Rp11,7 triliun). Sepanjang 2011 Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar USD1,3 miliar karena impor dari UAE hanya senilai USD318,96 juta.
Menurut data dari Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) produk impor UAE dari Indonesia yang terbesar antara lain produk manufaktur, automotif, pertanian, makanan, bahan kimia, mesin dan peralatan transportasi.
”Rencananya kita akan terus menggenjot peningkatan pasar produk Indonesia di UAE, termasuk mencari pasar bagi bahan bangunan produksi Indonesia,” ujarnya di Jakarta kemarin.
Untuk itu, Indonesia berpartisipasi pada pameran The Big Five Show 2012 yang diselenggarakan di Dubai International Exhibition and Convention Centre, Dubai, pada 5-8 November 2012.
Pameran ini menurutnya adalah bentuk lanjutan komitmen Indonesia untuk meningkatkan citra produk karya anak bangsa melalui bahan bangunan.
Pradnyawati menambahkan, The Big Five Show adalah pameran bahan bangunan terbesar di kawasan Timur Tengah. Selama lebih dari 30 tahun pameran ini dikunjungi pembeli dari seluruh Timur Tengah khususnya produk bangunan dan konstruksi.
Pameran ini dikunjungi lebih dari 35.000 pembeli dari 80 negara yang terdiri dariarsitek, insinyur, kontraktor, intelektual, pengembang, importir dan distributor. Pameran ini diikuti lebih dari 2.300 peserta dari 65 negara dan terdiri dari 33 paviliun.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan menegaskan bahwa Indonesia akan terus berupaya meningkatkan volume ekspor di tengah krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Untuk itu pemerintah akan mencari pasar-pasar baru yang potensial untuk mengembangkan ekspor. ”Tidak tertutup kemungkinan ke kawasan selatan, UAE dan Afrika Selatan,” katanya.
(gpr)
Lihat Juga :