BI prediksi inflasi inti terkendali
Rabu, 07 November 2012 - 13:15 WIB
BI prediksi inflasi inti terkendali
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) sepertinya tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi inflasi komponen inti yang hampir menyamai inflasi umum. Pasalnya, itu akan bisa terkendali jika subkontrak rumah dan sewa rumah tidak mengalami kenaikan.
"Kalau kontrak rumah dan sewa rumah tidak naik nantinya akan terkendali," ujar Direktur Eksekutif Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo, di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Perry menyebutkan, pengaruh kontrak dan sewa rumah sekitar 7 persenan terhadap komponen inti. Jika turun, maka baik inti maupun inflasi umum akan turun. "Sehingga tidak ada kenaikan inflasi keduanya," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan inflasi bulan Oktober 2012 sebesar 0,16 persen. Secara tahun kalender, tercatat sebesar 3,66 persen dan year on year (yoy) 4,61 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti tercatat 0,33 persen dan secara yoy sebesar 4,59 persen
"Komponen inti hampir menyamai inflasi umum. Yang aman dibawah. Kalau diatas ada tanda-tanda," ucap Suryamin.
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh perubahan umum seperti, nilai tukar rupiah (NTR) dan suku bunga. Karena itu, dia meminta agar Bank Indonesia (BI) dapat mengendalikan itu. "Akibat dari perubahan umum, bisa dikendalikan oleh BI. Nilai tukar rupiah dan suku bunga," pungkasnya.
"Kalau kontrak rumah dan sewa rumah tidak naik nantinya akan terkendali," ujar Direktur Eksekutif Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo, di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Perry menyebutkan, pengaruh kontrak dan sewa rumah sekitar 7 persenan terhadap komponen inti. Jika turun, maka baik inti maupun inflasi umum akan turun. "Sehingga tidak ada kenaikan inflasi keduanya," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan inflasi bulan Oktober 2012 sebesar 0,16 persen. Secara tahun kalender, tercatat sebesar 3,66 persen dan year on year (yoy) 4,61 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti tercatat 0,33 persen dan secara yoy sebesar 4,59 persen
"Komponen inti hampir menyamai inflasi umum. Yang aman dibawah. Kalau diatas ada tanda-tanda," ucap Suryamin.
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh perubahan umum seperti, nilai tukar rupiah (NTR) dan suku bunga. Karena itu, dia meminta agar Bank Indonesia (BI) dapat mengendalikan itu. "Akibat dari perubahan umum, bisa dikendalikan oleh BI. Nilai tukar rupiah dan suku bunga," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :