Obama terpilih, perekonomian Indonesia positif
Rabu, 07 November 2012 - 14:27 WIB
Obama terpilih, perekonomian Indonesia positif
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) menilai terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat untuk kedua kalinya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian global, khususnya Indonesia.
"Buat kita akan positif untuk Indonesia, baik dari sisi pasar keuangan global kerja sama antara RI dan pemerintah AS," kata Direktur Direktorat Kebijakan moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Menurutnya, menangnya Obama dari pesaingnya yang berasal dari Partai Republik, Willard Mitt Romney-Paul Ryan dapat menjadi isu utama. Apalagi terkait kondisi perekonomian AS yang belum pulih serta bentuk kebijakan yang nantinya akan diambil untuk pemulihan penuh.
"Saya kira, ini aturan yang dilakukan pemerintah. Kita berharap isu fiscal cliff (jurang fiskal) bisa diselesikan, itu isu utama yang perlu kita tunggu," jelas Perry.
Kebijakan lainnya, menurut Pery adalah bagaimana pemerintah AS dapat mengambil langkah untuk mengurangi pengeluaran fiskal (fiscal spending), yang diketahui hal ini mesti segera diubah.
"AS perlu merenovasi dampak dari aspek fiskalnya, dan ada beberapa isu dari fiscal spending ada komitmen untuk kurangi spending supaya turun," pungkasnya.
"Buat kita akan positif untuk Indonesia, baik dari sisi pasar keuangan global kerja sama antara RI dan pemerintah AS," kata Direktur Direktorat Kebijakan moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Menurutnya, menangnya Obama dari pesaingnya yang berasal dari Partai Republik, Willard Mitt Romney-Paul Ryan dapat menjadi isu utama. Apalagi terkait kondisi perekonomian AS yang belum pulih serta bentuk kebijakan yang nantinya akan diambil untuk pemulihan penuh.
"Saya kira, ini aturan yang dilakukan pemerintah. Kita berharap isu fiscal cliff (jurang fiskal) bisa diselesikan, itu isu utama yang perlu kita tunggu," jelas Perry.
Kebijakan lainnya, menurut Pery adalah bagaimana pemerintah AS dapat mengambil langkah untuk mengurangi pengeluaran fiskal (fiscal spending), yang diketahui hal ini mesti segera diubah.
"AS perlu merenovasi dampak dari aspek fiskalnya, dan ada beberapa isu dari fiscal spending ada komitmen untuk kurangi spending supaya turun," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :