Balai benih menjadi agro wisata apel
Rabu, 07 November 2012 - 14:50 WIB
Balai benih menjadi agro wisata apel
A
A
A
Sindonews.com - Berwisata sambil menikmati buah atau lainnya yang masuk dalam kawasan agro wisata di Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng, bisa menjadi salah satu alternatif wisata sambil menikmati udara pegunungan di bagian selatan Sulsel.
Saat memasuki kawasan agro wisata yang dikembangkan Pemkab Bantaeng sejak tahun 2009 lalu, tentunya akan mendapatkan udara segar pengunungan. Tepatnya di Dusun Muntea Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere itu, sebelumnya adalah balai benih milik Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bantaeng, yang kemudian disulap menjadi kebun apel. Sehingga Dispertanak kemudian bekerjasama dengan Dinas Pariwisata untuk mengembangkan agro wisata.
Saat ini Pemkab Bantaeng menyiapkan lahan seluas 60 Hektare (Ha) yang awalnya hanya 40 Ha, guna mengembangkan tanaman Apel dan Stroberi. Diantara kedua tanaman tersebut, juga diselipkan beberapa tanaman lainnya seperti wortel, bawang merah, kentang, untuk memanfaatkan lahan yang ada.
Tahun 2009 sebanyak 10 ribu pohon, luas lahan 20 Ha, Tahun 2010, sebanyak 20 ribu pohon luas lahan 40 Ha, Rata-rata per Ha 500 pohon. Rata-rata jumlah buah per pohon sebanyak 7 buah. Untuk tahun 2011 dua kali panen perdana dilakukan pada Juni 2011, dan panen ke dua Desember sebanyak dengan total 15 ton dari 5 ribu pohon, dengan luas lahan 10 Ha.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah karena sesuai dengan lokasi yang terletak di kawasan perbukitan, dan udara yang sejuk sehingga sangat cocok sebagai wisata yang tidak biasa terutama di Sulsel.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Bantaeng Asri Sahrun mengatakan, untuk lokasi wisata Bantaeng memang memiliki beberapa lokasi wisata alam (agro wisata) yang salah satunya adalah kebun ApelMuntea. Namun menurut dia, inventarisasi berbagai masalah dalam dunia kepariwisataan menjadikan sektor pariwisata perlu mendapat perhatian yang lebih, sistematis dan komprehensif dalam mencari upaya atau strategi yang jitu.
“Sehingga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah maupun regional,” ungkapnya.
Saat memasuki kawasan agro wisata yang dikembangkan Pemkab Bantaeng sejak tahun 2009 lalu, tentunya akan mendapatkan udara segar pengunungan. Tepatnya di Dusun Muntea Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere itu, sebelumnya adalah balai benih milik Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bantaeng, yang kemudian disulap menjadi kebun apel. Sehingga Dispertanak kemudian bekerjasama dengan Dinas Pariwisata untuk mengembangkan agro wisata.
Saat ini Pemkab Bantaeng menyiapkan lahan seluas 60 Hektare (Ha) yang awalnya hanya 40 Ha, guna mengembangkan tanaman Apel dan Stroberi. Diantara kedua tanaman tersebut, juga diselipkan beberapa tanaman lainnya seperti wortel, bawang merah, kentang, untuk memanfaatkan lahan yang ada.
Tahun 2009 sebanyak 10 ribu pohon, luas lahan 20 Ha, Tahun 2010, sebanyak 20 ribu pohon luas lahan 40 Ha, Rata-rata per Ha 500 pohon. Rata-rata jumlah buah per pohon sebanyak 7 buah. Untuk tahun 2011 dua kali panen perdana dilakukan pada Juni 2011, dan panen ke dua Desember sebanyak dengan total 15 ton dari 5 ribu pohon, dengan luas lahan 10 Ha.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah karena sesuai dengan lokasi yang terletak di kawasan perbukitan, dan udara yang sejuk sehingga sangat cocok sebagai wisata yang tidak biasa terutama di Sulsel.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Bantaeng Asri Sahrun mengatakan, untuk lokasi wisata Bantaeng memang memiliki beberapa lokasi wisata alam (agro wisata) yang salah satunya adalah kebun ApelMuntea. Namun menurut dia, inventarisasi berbagai masalah dalam dunia kepariwisataan menjadikan sektor pariwisata perlu mendapat perhatian yang lebih, sistematis dan komprehensif dalam mencari upaya atau strategi yang jitu.
“Sehingga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah maupun regional,” ungkapnya.
(gpr)
Lihat Juga :