Jamsostek : Bank inovatif layak dikoleksi sahamnya
Rabu, 07 November 2012 - 15:25 WIB
Jamsostek : Bank inovatif layak dikoleksi sahamnya
A
A
A
Sindonews.com - Guna menjawab tantangan pasar global, PT Jamsostek Persero memandang, para pelaku pasar di sektor perbankan perlu untuk terus melakukan inovasi dalam teknologi layanannya.
Direktur Utama Jamsostek, Elvyn G Masassya menjelaskan, inovasi yang dimaksud terutama dalam hal penyediaan layanan yang semakin fleksibel dengan memanfaatkan berbagai teknologi yang berkembang di masyarakat seperti telpon genggam.
"Banking harus berpikir memperluas network (jaringan), tidak semata-mata menggunakan fisikal branch, tetapi juga nonfisikal branch atau kami menyebutnya sebagai branchless. Network itu bisa handphone bisa outlet nonfisikal," ujar Elvyn di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, (7/11/2012).
Elvyn menjelaskan, bila inovasi tidak dilakukan, maka bank-bank tersebut akan tergilas perkembangan zaman karena tidak bisa memenuhi permintaan pasar akan fleksibilitas transaksi.
Lebih lanjut, dia mengakui, Jamsostek sendiri sangat selektif dalam memilih bank-bank mana saja yang dijadikan sebagai sasaran investasi. Pasalnya, dia memandang, kemampuan bank untuk bertahan di tengah persaingan pasar global akan berkontribusi terhadap kinerja investasi yang dilakukan perseroan.
"Karena itu, saya memilih bank untuk jangka panjang, adalah bank-bank yang memiliki inovasi supaya dia tetap bisa survive (bertahan). Saya tidak ingin menyebutkan banknya. Tapi bank-bank yang memiliki inovasi adalah bank yang layak dikoleksi sahamnya," simpulnya.
Direktur Utama Jamsostek, Elvyn G Masassya menjelaskan, inovasi yang dimaksud terutama dalam hal penyediaan layanan yang semakin fleksibel dengan memanfaatkan berbagai teknologi yang berkembang di masyarakat seperti telpon genggam.
"Banking harus berpikir memperluas network (jaringan), tidak semata-mata menggunakan fisikal branch, tetapi juga nonfisikal branch atau kami menyebutnya sebagai branchless. Network itu bisa handphone bisa outlet nonfisikal," ujar Elvyn di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, (7/11/2012).
Elvyn menjelaskan, bila inovasi tidak dilakukan, maka bank-bank tersebut akan tergilas perkembangan zaman karena tidak bisa memenuhi permintaan pasar akan fleksibilitas transaksi.
Lebih lanjut, dia mengakui, Jamsostek sendiri sangat selektif dalam memilih bank-bank mana saja yang dijadikan sebagai sasaran investasi. Pasalnya, dia memandang, kemampuan bank untuk bertahan di tengah persaingan pasar global akan berkontribusi terhadap kinerja investasi yang dilakukan perseroan.
"Karena itu, saya memilih bank untuk jangka panjang, adalah bank-bank yang memiliki inovasi supaya dia tetap bisa survive (bertahan). Saya tidak ingin menyebutkan banknya. Tapi bank-bank yang memiliki inovasi adalah bank yang layak dikoleksi sahamnya," simpulnya.
(rna)
Lihat Juga :