MRT tetap dibangun akhir tahun

Rabu, 07 November 2012 - 19:00 WIB
MRT tetap dibangun akhir...
MRT tetap dibangun akhir tahun
A A A
Sindonews.com - Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi, Sutanto Soehodho memastikan kelanjutan pembangunan mass rapid transit (MRT) Jakarta pada akhir tahun ini.

Menurut Sutanto, meski ada kajian dari Gubernur DKI Jakarta tentang proyek pembangunan MRT tidak akan mengganggu kelanjutan pembanguan angkutan massal tersebut. Evaluasi Jokowi ini, karena tidak mengikuti rangkaian perencanaan pelaksanana proyek sejak awal. Jadi wajar dipelajari program ini. Tindakan tersebut tidak akan mengganggu kelanjutan pembangunan MRT.

“Gubernur DKI Jakarta hanya melakukan evaluasi terhadap teknis, transparansi anggaran dan cara pembiayaan. Tidak akan mengganggu pembangunan MRT,” ujar Sutanto di redaksi MNC Bisnis, Rabu (7/11-2012).

Menurutnya, dinamika yang berkembang akhir-akhir ini, menyebutkan proyek pembangunan MRT Jakarta terancam kelanjutannya sangatlah tidak mendasar. Apalagi salah satu indikator ancaman itu menyebutkan anggaran pembanguan MRT terlalu mahal.

Padahal rencana pembangunan MRT ini dilakukan sejak 1986. Pada 2006 juga dilanjutkan dengan feasibility study (FS). Mestinya asumsi harga mahal tersebut disampaikan pada 2006. bukan ketika proyek ini memasuki pelaksanaan pembangunan konstruksi.

Lamanya terlaksana pembangunan MRT ini sejak direncanakan, imbuh Sutanto, karena masalah pembiayaan. Selama ini Pemprov DKI Jakarta belum bisa membangun, karena anggaran itu sangat besar dan perlu bantuan dari pihak luar.

Akhirnya Jepang melalui Japan International Oorperation Agency (JICA) memberikan bantuan dengan bentuk pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia dengan masa pengembalian selama 40 tahun. Besar bunga pinjaman ini 0,25 persen.

Dana pinjaman ini tidak serta merta ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta, melainkan dibantu oleh pemerintah pusat. Dana pinjaman dari JICA untuk pembangunan MRT ini masuk ke kas pemerintah pusat.

Pinjaman itu hanya dikembalikan oleh Pemprov DKI Jakarta sebesar 58 persen. Sisanya 42 persen ditanggung oleh pemerintah pusat. Dana sebesar 42 persen ini merupakan bentuk hibah dari Pemerintah pusat ke Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi Pemprov DKI Jakarta hanya membayar utang kepada JICA, tidak kepada pemerintah pusat," terangnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek MRT Jakarta Ditargetkan...
Proyek MRT Jakarta Ditargetkan Tuntas di 2028, Intip Progresnya
13 Tahun Tiang Pancang...
13 Tahun Tiang Pancang Jakarta Monorel Mangkrak
Terbang ke Jepang, Menhub...
Terbang ke Jepang, Menhub Nego Harga Proyek MRT
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Proyek MRT di Rawamangun...
Proyek MRT di Rawamangun Kebakaran
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
15 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
24 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
47 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
54 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
1 jam yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved