Pasokan melimpah, harga CPO melemah

Kamis, 08 November 2012 - 10:42 WIB
Pasokan melimpah, harga...
Pasokan melimpah, harga CPO melemah
A A A
Sindonews.com - Melimpahnya stok minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar internasional membuat harga komoditas ini terus tergelincir turun. Penurunan harga masih dipengaruhi peningkatan pasokan CPO Malaysia.

“Harga CPO berjangka pada perdagangan The Malaysia Derivatives Exchange (MDEX) terus mengalami penurunan. Penurunan harga ini masih dipengaruhi terjadinya peningkatan pasokan CPO Malaysia,” kata Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syahrul R Sempurnajaya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, dari data yang didapat Bappebti, pengiriman kelapa sawit Malaysia pada Oktober 2012 naik menjadi 1,6 juta ton. Pengiriman ini adalah yang tertinggi sepanjang 2012.

Selain itu, stok CPO juga mencapai rekor tertinggi yakni di atas 2,48 juta ton. Di Bursa Malaysia harga CPO ditutup 0,2 persen lebih rendah, 2.496 ringgit Malaysia atau setara USD819 per ton untuk penyerahan Januari 2013.

Penurunan harga CPO juga diperparah dengan melimpahnya pasokan kedelai di Brasil. “Itu karena kedelai dan CPO merupakan produk substitusi dalam penggunaan minyak nabati. Panen raya kedelai dari Brasil diperkirakan lebih baik karena kondisi cuaca mendukung,” kata dia.

Spekulasi penumpukan stok kedelai ini, tutur Syahrul, membuat pelaku pasar menduga permintaan CPO akan turun. Sementara, di Bursa Berjangka Jakarta harga olein untuk kontrak November mengalami penurunan Rp55 per kg, menjadi Rp8.080 per kg.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Indonesia dikagetkan dengan kebijakan Malaysia yang berencana memangkas pajak ekspor CPO. Padahal, dalam kesepakatan kedua negara, Malaysia siap berkomitmen bersama Indonesia untuk melakukan skema manajemen pasokan guna mengantisipasi penurunan harga CPO dunia yang lebih tajam lagi.

“Karena, kebijakan penurunan pajak ekspor berarti menambah pasokan, padahal CPO dunia sedang oversupply,” kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi.

Dia mengemukakan, adanya indikasi pelanggaran kesepakatan dari Malaysia itu cenderung merugikan Indonesia karena kedua negara merupakan produsen terbesar kelapa sawit dunia yang menguasai 90 persen pangsa pasar CPO global. Mekanisme pengelolaan pasokan, kata Bayu, memang diserahkan kepada masing-masing negara.

Namun, Malaysia sebelumnya telah berkomitmen untuk menjaga pasokan. Malaysia bahkan berencana melakukan penanaman kembali (replanting) tanaman sawit seluas 1.000 hektare, yang berarti memangkas sekitar 300.000 ton CPO.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
39 menit yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
1 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
1 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
10 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
11 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
11 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved