4 Kabupaten jadi model Green Prosperity Project
Kamis, 08 November 2012 - 11:37 WIB
4 Kabupaten jadi model Green Prosperity Project
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan empat Kabupaten menerima penyaluran hibah dari pemerintah Amerika Serikat yang diwakili oleh Millenium Chalenge Compact (MCC). Kabupaten tersebut merupakan model percontohan sebelum anggaran tersebut disalurkan secara keseluruhan.
Wakil Menteri PPN/Waka Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo menyebutkan kabupatennya adalah Muaro Jambi dan Merangin di Provinsi Jambi. Kemudian Mamuju dan Mamasa di provinsi Sulawesi Barat.
"Ini kita masukkan dalam Green Prosperity Project (GPP), untuk tahap awal kita tetapkan suatu model, pilot project, kami milih Jambi dan Sulbar," ucap Lukita di acara penandatanganan MoU antara MCC dengan Pemerintah Daerah di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Keleluruhan anggaran hibah, lanjut Lukita, sebesar USD600 juta. Dimana untuk penggunaan GPP adalah sebesar USD332,5 juta. Besarnya anggaran itu dikarenakan komitmen pemerintah terkait green economy. Dia meyakinkan, Indonesia dapat mengembangkan ekonomi berdampingan dengan alam.
Selain itu, menurutnya hal ini dapat mencapai target pemerintah untuk mengurangi efek gas rumah kaca. "Karena kalau merusak, kita memang bisa dapat income yang tinggi, akan tetapi sepuluh tahun kemudian akan rusak. Jadi kita ingin resource itu terus ada," jelasnya.
Wakil Menteri PPN/Waka Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo menyebutkan kabupatennya adalah Muaro Jambi dan Merangin di Provinsi Jambi. Kemudian Mamuju dan Mamasa di provinsi Sulawesi Barat.
"Ini kita masukkan dalam Green Prosperity Project (GPP), untuk tahap awal kita tetapkan suatu model, pilot project, kami milih Jambi dan Sulbar," ucap Lukita di acara penandatanganan MoU antara MCC dengan Pemerintah Daerah di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Keleluruhan anggaran hibah, lanjut Lukita, sebesar USD600 juta. Dimana untuk penggunaan GPP adalah sebesar USD332,5 juta. Besarnya anggaran itu dikarenakan komitmen pemerintah terkait green economy. Dia meyakinkan, Indonesia dapat mengembangkan ekonomi berdampingan dengan alam.
Selain itu, menurutnya hal ini dapat mencapai target pemerintah untuk mengurangi efek gas rumah kaca. "Karena kalau merusak, kita memang bisa dapat income yang tinggi, akan tetapi sepuluh tahun kemudian akan rusak. Jadi kita ingin resource itu terus ada," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :