Tahun ini, hanya satu BUMN tercatat di Bursa
Kamis, 08 November 2012 - 15:14 WIB
Tahun ini, hanya satu BUMN tercatat di Bursa
A
A
A
Sindonews.com - Jelang penghujung tahun 2012, pemerintah rupanya masih belum maksimal mendorong perusahaan-perusahaan plat merah untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public Offering/IPO).
Hal tersebut terlihat dari keterangan yang disampaikan pihak Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa memperkirakan, hanya satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dapat melantai di Bursa pada akhir tahun ini, yaitu PT Waskita Karya.
"Saat ini, proses IPO PT Waskita Karya telah di Bapepam-LK. Kemungkinan mereka listing pada 19 Desember 2012," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Gedung BEI, Jakarta Kamis (8/11/2012).
Perseroan menargetkan akan melepas sekitar 35 persen saham ke publik pada saat IPO, dengan target dana sekitar Rp1 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan, terutama meningkatkan permodalan usaha perseroan.
Sementara itu, Kementerian BUMN sebelumnya menargetkan bisa melepas sebagian saham tiga BUMN pada tahun ini dan dua saham dua anak perusahaan BUMN. Ketiga BUMN yang sebelumnya ditargetkan untuk bisa tercatat di Bursa pada tahun ini, yakni PT Waskita Karya, PT Semen Baturaja dan PT Pegadaian. Sedangkan, dua anak usaha BUMN, yakni anak usaha PT Garuda Indonesia dan PT Pertamina.
PT Semen Baturaja baru mendapatkan restu dari Komisi VI DPR untuk bisa melantai di Bursa pada Februari 2013. Pada saat IPO, perusahaan semen pelat merah ini berencana melepas sekitar 20 persen saham ke publik dengan target dana sekitar Rp1 triliun.
Sedangkan, IPO Pegadaian dicoret dari daftar program privatisasi BUMN tahun ini oleh Kementerian Keuangan lantaran diminta untuk memperkuat struktur permodalannya lebih dulu pasca berubahnya status perseroan dari perusahaan umum (perum) menjadi perseroan terbatas (PT) pada awal 2012.
Alasan lainnya, Pegadaian dikhawatirkan lebih berorientasi mencari keuntungan setelah IPO, padahal tugasnya membantu nasabah miskin. Karena itu, untuk bisa meneruskan rencana IPO, Pegadaian diminta tidak menaikkan suku bunganya.
Terkait itu, Pegadaian menyatakan kesanggupannya. Perusahaan bisnis gadai pelat merah tersebut berencana bisa mencatatkan sahamnya di Bursa pada semester I tahun depan, dengan melepas maksimal 30 persen saham ke publik.
Hal tersebut terlihat dari keterangan yang disampaikan pihak Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa memperkirakan, hanya satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dapat melantai di Bursa pada akhir tahun ini, yaitu PT Waskita Karya.
"Saat ini, proses IPO PT Waskita Karya telah di Bapepam-LK. Kemungkinan mereka listing pada 19 Desember 2012," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Gedung BEI, Jakarta Kamis (8/11/2012).
Perseroan menargetkan akan melepas sekitar 35 persen saham ke publik pada saat IPO, dengan target dana sekitar Rp1 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan, terutama meningkatkan permodalan usaha perseroan.
Sementara itu, Kementerian BUMN sebelumnya menargetkan bisa melepas sebagian saham tiga BUMN pada tahun ini dan dua saham dua anak perusahaan BUMN. Ketiga BUMN yang sebelumnya ditargetkan untuk bisa tercatat di Bursa pada tahun ini, yakni PT Waskita Karya, PT Semen Baturaja dan PT Pegadaian. Sedangkan, dua anak usaha BUMN, yakni anak usaha PT Garuda Indonesia dan PT Pertamina.
PT Semen Baturaja baru mendapatkan restu dari Komisi VI DPR untuk bisa melantai di Bursa pada Februari 2013. Pada saat IPO, perusahaan semen pelat merah ini berencana melepas sekitar 20 persen saham ke publik dengan target dana sekitar Rp1 triliun.
Sedangkan, IPO Pegadaian dicoret dari daftar program privatisasi BUMN tahun ini oleh Kementerian Keuangan lantaran diminta untuk memperkuat struktur permodalannya lebih dulu pasca berubahnya status perseroan dari perusahaan umum (perum) menjadi perseroan terbatas (PT) pada awal 2012.
Alasan lainnya, Pegadaian dikhawatirkan lebih berorientasi mencari keuntungan setelah IPO, padahal tugasnya membantu nasabah miskin. Karena itu, untuk bisa meneruskan rencana IPO, Pegadaian diminta tidak menaikkan suku bunganya.
Terkait itu, Pegadaian menyatakan kesanggupannya. Perusahaan bisnis gadai pelat merah tersebut berencana bisa mencatatkan sahamnya di Bursa pada semester I tahun depan, dengan melepas maksimal 30 persen saham ke publik.
(rna)
Lihat Juga :